Saham Migas Menguat di BEI, Sentimen Harga Minyak dan Ketegangan AS-Iran Jadi Pemicu

- Kamis, 19 Februari 2026 | 10:20 WIB
Saham Migas Menguat di BEI, Sentimen Harga Minyak dan Ketegangan AS-Iran Jadi Pemicu

Perundingan antara Washington dan Teheran sejauh ini masih alot. Meski Iran menyatakan telah ada "kesepakatan umum" soal kerangka perjanjian nuklir, pihak AS punya pandangan berbeda.

Wakil Presiden AS JD Vance dengan tegas menyatakan Iran belum memenuhi garis merah yang ditetapkan Amerika.

Sementara itu, Presiden Donald Trump kembali menegaskan bahwa opsi penggunaan kekuatan militer tetap terbuka. Pernyataan-pernyataan keras ini jelas menambah ketidakpastian di pasar energi global.

Di sisi lain, ada sedikit angin segar dari data persediaan domestik AS. Stok minyak mentah mereka turun 0,61 juta barel pekan lalu. Penurunan ini sedikit banyak membantu mengimbangi lonjakan gila-gilaan 13,4 juta barel pada pekan sebelumnya kenaikan tertajam sejak awal 2023. Data ini memberi sedikit penopang bagi harga.

Jadi, gabungan antara ketegangan geopolitik dan data inventori ini yang mendorong minyak, dan akhirnya saham-saham migas kita. Investor tampaknya masih menunggu perkembangan lebih lanjut, sambil memetik keuntungan dari volatilitas yang ada.

Keputusan pembelian atau penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor.

Editor: Dewi Ramadhani


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar