MURIANETWORK.COM - Sebanyak enam perusahaan yang berencana melakukan penawaran saham perdana (IPO) di Bursa Efek Indonesia memilih menunda pelaksanaannya hingga ada kejelasan kebijakan pasar. Penundaan ini disampaikan oleh Plt. Direktur Utama BRI Danareksa Sekuritas (BRIDS), Fifi Virgantaria, dalam sebuah acara outlook ekonomi di Jakarta, Jumat (13 Februari 2026).
Menurut Fifi, meski sejumlah calon emiten telah siap melantai di awal tahun, dinamika pasar dan perkembangan regulasi terbaru membuat mereka mengambil sikap "wait and see". Kondisi ini mencerminkan kehati-hatian para pelaku usaha dalam merespons lingkungan investasi yang terus berubah.
Menanti Kejelasan Regulasi Pasar
Fifi menjelaskan, penundaan ini terutama berkaitan dengan antisipasi terhadap penerapan aturan kepemilikan saham publik (free float) dan pengungkapan kepemilikan manfaat akhir (ultimate beneficial ownership/UBO). Kebijakan-kebijakan baru ini masih membutuhkan kejelasan lebih lanjut dari regulator.
“Awal tahun sebetulnya sudah ada beberapa pipeline. Cuma melihat kondisi perkembangan terkini, kami menunggu sampai ada kepastian. Emiten-emiten sekarang juga berhitung dengan keadaan yang terjadi," ungkapnya.
Sektor Energi Hijau yang Tertunda
Di antara keenam calon emiten tersebut, perusahaan dari sektor energi hijau disebut-sebut sebagai yang paling siap untuk melantai. Namun, rencana ambisius itu ikut tertahan sambil menunggu peta regulasi yang lebih jelas. Meski tertunda, proses persiapan mereka tidak berhenti sama sekali.
Artikel Terkait
Analis Prediksi Harga Minyak Bisa Tembus US$116 per Barel Pekan Depan
OPEC+ Naikkan Kuota Produksi, Namun Gangguan di Selat Hormuz Hambat Realisasi
Indonesia dan Korea Selatan Sepakati Kerja Sama Jasa Instalasi Perairan untuk Ekspansi Migas
Analis Proyeksi Harga Minyak Bisa Tembus USD116 per Barel Pekan Depan