Pasar Saham AS Pulih Didorong Bangkitnya Saham Teknologi

- Rabu, 18 Februari 2026 | 06:40 WIB
Pasar Saham AS Pulih Didorong Bangkitnya Saham Teknologi

MURIANETWORK.COM - Pasar saham Amerika Serikat berhasil mengakhiri tren penurunan pada sesi perdagangan Selasa (17 Februari 2026), ditopang oleh pemulihan saham-saham teknologi. Meski sempat tertekan di awal sesi, saham-saham unggulan di sektor kecerdasan buatan (AI) berhasil bangkit dan mendorong indeks utama seperti S&P 500, Nasdaq Composite, dan Dow Jones menguat tipis. Penguatan ini terjadi setelah pasar libur sehari sebelumnya dalam rangka Presidents Day.

Pemulihan Saham Teknologi dan AI

Perdagangan hari Selasa diawali dengan tekanan signifikan pada saham-saham berbasis artificial intelligence. Namun, sentimen berbalik seiring berjalannya waktu. Raksasa teknologi seperti Nvidia dan Amazon.com, yang sempat terperosok di zona merah, berhasil memangkas kerugian dan bahkan menutup sesi dengan kenaikan. Pemulihan ini menjadi penopang utama bagi indeks Nasdaq dan S&P 500 yang masing-masing naik 0,1 persen.

Kinerja tersebut menginterupsi kekhawatiran investor yang telah membayangi pasar dalam beberapa pekan terakhir. Banyak yang mempertanyakan apakah reli panjang saham AI telah mencapai puncaknya, sekaligus cemas akan potensi disruptif teknologi ini terhadap berbagai industri, mulai dari jasa keuangan hingga logistik.

Volatilitas Dipandang Sebagai Peluang

Di tengah gejolak harga, sejumlah analis justru melihat momen ini sebagai kesempatan. Louis Navellier, Chief Investment Officer di Navellier & Associates, menilai volatilitas saat ini berpotensi membuka pintu untuk akumulasi saham oleh investor jangka panjang.

“Kemungkinan besar kita akan melihat volatilitas saat ini sebagai peluang beli, meskipun sulit memperkirakan kapan volatilitas akan benar-benar mereda,” ungkapnya.

Sinyal Kebijakan The Fed dan Data Ekonomi

Sementara pasar saham bergerak, perhatian juga tertuju pada kebijakan moneter The Federal Reserve. Data ekonomi terbaru menunjukkan pertumbuhan ekonomi yang tetap terjaga di tengah kondisi pasar tenaga kerja yang stabil, sebuah kombinasi yang membuat proyeksi jalur suku bunga ke depan menjadi kurang jelas.

Gubernur The Fed, Michael Barr, memberikan sinyal bahwa bank sentral kemungkinan akan mempertahankan suku bunga dalam waktu dekat untuk mengamati perkembangan lebih lanjut.

“Berdasarkan kondisi saat ini dan data yang tersedia, kemungkinan tepat untuk mempertahankan suku bunga tetap stabil untuk beberapa waktu sambil menilai data yang masuk, prospek yang berkembang, dan keseimbangan risiko,” jelas Barr.

Performa Saham Individu dan Komoditas

Di luar sektor teknologi, pergerakan saham cukup beragam. Saham Norwegian Cruise Line melonjak tajam 12 persen setelah ada laporan bahwa Elliott Investment Management telah mengambil kepemilikan signifikan di perusahaan tersebut. Sebaliknya, General Mills terjun 7 persen menyusul revisi proyeksi penjualan dan laba yang dilakukan manajemen.

Pada pasar komoditas, tekanan jual terlihat cukup luas. Harga minyak mentah acuan AS merosot 0,9 persen. Logam mulia seperti emas dan perak bahkan mengalami pelemahan lebih dalam, dengan masing-masing turun 2,8 persen dan 5,7 persen, mencerminkan pergeseran sentimen investor pada hari itu.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar