MURIANETWORK.COM - Prospek emiten tambang logam diprediksi menguat pada kuartal IV-2025. Optimisme ini didorong oleh perkiraan kenaikan harga jual rata-rata (average selling price/ASP) dan ekspansi margin, meski volume penjualan diperkirakan belum menunjukkan pertumbuhan yang signifikan. Riset terbaru dari BRI Danareksa Sekuritas menjadi dasar analisis ini, yang dirilis pada pertengahan Februari 2026.
Proyeksi Pertumbuhan dan Profitabilitas
Dalam risetnya, BRI Danareksa Sekuritas memproyeksikan pendapatan sektor metal mining akan tumbuh sekitar 9 persen secara kuartalan. Perbaikan ini tidak lepas dari tren membaiknya harga komoditas di pasar global serta upaya efisiensi biaya yang dijalankan oleh beberapa perusahaan. Dari sisi profitabilitas, analis memperkirakan margin laba kotor (GPM) akan berada di kisaran 17 persen, sementara margin laba bersih (NPM) sekitar 10,1 persen. Kenaikan ASP disebut sebagai motor utama pengembangan margin pada kuartal tersebut.
Emiten Unggulan dan Katalis 2026
Dari berbagai emiten yang diamati, MBMA dan ANTM diproyeksikan menjadi penampil terbaik. Kinerja MBMA ditopang oleh pemulihan produksi High-Grade Nickel Matte (HGNM), dengan ASP yang naik sekitar 5 persen tahunan dan penurunan biaya tunai sebesar 9 persen. Sementara itu, ANTM diperkirakan mendapat kontribusi kuat dari segmen nikel, bahkan berpotensi membukukan laba yang melampaui estimasi sebelumnya hingga 109 persen.
Memasuki tahun 2026, katalis utama sektor ini diperkirakan berasal dari rencana pemangkasan produksi nikel global sekitar 34 persen. Langkah strategis ini berpotensi mengubah pasar dari kondisi surplus menjadi defisit, yang pada akhirnya dapat menopang harga nikel ke level yang lebih tinggi. Dalam skenario tersebut, ANTM dan NCKL dinilai paling diuntungkan, terutama karena keduanya berpeluang besar mendapat prioritas persetujuan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB).
Rekomendasi dan Pandangan Teknikal
Menyikapi berbagai katalis positif tersebut, BRI Danareksa Sekuritas meningkatkan rekomendasi untuk sektor tambang logam menjadi Overweight. Urutan pilihan saham (pecking order) yang direkomendasikan adalah ANTM, disusul oleh NCKL, TINS, dan INCO.
Artikel Terkait
Laba Bersih Darya-Varia Naik 5% di 2025, Didorong Pertumbuhan Pendapatan
Rusia Hentikan Ekspor Bahan Bakar Mulai April 2026 untuk Stabilkan Pasar Domestik
RISE Catat Lonjakan Laba 165% di 2025, Didorong Penjualan Apartemen
Analis Prediksi Rupiah Bisa Anjlok ke Rp17.100 per Dolar AS