Pasar saham Indonesia tampaknya masih punya napas untuk melanjutkan penguatan. Setelah ditutup menguat 1,24 persen ke level 8.131,74 kemarin, IHSG hari ini, Rabu (11 Februari 2026), berpeluang melanjutkan tren hijau itu. Meski begitu, ada catatan yang perlu diperhatikan.
Di balik kenaikan Selasa lalu, aksi jual asing justru masih cukup deras. Catatannya, net sell asing mencapai Rp917 miliar. Deretan saham seperti BUMI, BBCA, hingga DEWA menjadi sasaran utama pelepasan oleh investor luar.
Lantas, bagaimana prospek hari ini? Menurut Fanny Suherman, Head of Retail Research BNI Sekuritas, sentimen positif masih berpeluang bertahan. Indeks berpotensi melanjutkan kenaikan, dengan satu syarat kunci.
“IHSG berpotensi untuk melanjutkan kenaikan jika berhasil break resistance di 8150,”
Demikian penjelasannya dalam riset yang dirilis hari ini. Fanny memproyeksikan level support akan berada di kisaran 8.020-8.050. Sementara itu, zona resistance ada di rentang 8.150-8.250.
Dengan peta pergerakan itu, tim riset BNI Sekuritas merekomendasikan enam saham yang layak dicermati. Pilihannya adalah BKSL, INET, ADMR, BBCA, CDIA, dan BRPT. Untuk masing-masing saham, mereka memberikan panduan level beli dan target.
Untuk BKSL, rekomendasinya Spec Buy di area Rp134-Rp136. Cutloss di bawah Rp131, dengan target dekat Rp140-Rp146.
Saham INET disarankan untuk dibeli jika berhasil break level Rp354. Targetnya Rp362-Rp370, dengan cutloss di bawah Rp342.
ADMR masuk kategori Spec Buy di area Rp1.880-Rp1.890. Batas cutloss di Rp1.850, sementara target dekatnya di kisaran Rp1.920-Rp1.960.
Emiten bank besar, BBCA, juga direkomendasikan dengan skema Spec Buy. Area belinya Rp7.400-Rp7.450, cutloss di bawah Rp7.375. Target harga berada di rentang Rp7.550-Rp7.650.
Rekomendasi untuk CDIA adalah Spec Buy di area Rp1.090-Rp1.110. Pasang cutloss di bawah Rp1.080, dan bidik target Rp1.150-Rp1.180.
Terakhir, BRPT. Rekomendasinya Buy if Break Rp2.050. Jika tembus, targetnya ada di level Rp2.100-Rp2.160. Batas kerugian diletakkan di bawah Rp2.000.
Semua mata kini tertuju pada kemampuan indeks untuk menembus resistance. Jika gagal, kisahnya mungkin akan berbeda.
Artikel Terkait
Medco Energi Ditunjuk Sebagai Operator Blok Migas Baru di Malaysia
Pasar Asia Menguat Meski Dihantui Data Ketenagakerjaan yang Lemah
IHSG Menguat Didukung Sentimen Beli di Mayoritas Sektor
Analis Proyeksikan IHSG Lanjutkan Penguatan, Soroti Empat Saham Pilihan