Tak heran, dalam catatan, saham RLCO sudah tiga kali kena suspensi hanya dalam kurun dua bulan terakhir. Pergerakannya benar-benar tak bisa ditebak.
Menanggapi gejolak harga yang kerap terjadi, Direktur & Corporate Secretary RLCO, Ayu Amanda, mengaku pihak perusahaan juga sedang mengamati. Menurutnya, perusahaan tidak punya informasi pasti soal pemicu kenaikan signifikan itu. Semuanya lebih ke faktor pasar.
"Hingga saat ini tidak terdapat informasi atau kejadian material di internal perseroan yang belum diungkapkan kepada publik dan dapat memengaruhi pergerakan harga saham perseroan,"
ujar Ayu belum lama ini. Ia berpendapat, naik-turunnya harga lebih dipengaruhi mekanisme pasar dan kondisi pasar modal secara umum. Jadi, semua kembali pada sentimen dan permainan supply-demand di lapangan.
(Rahmat Fiansyah)
Artikel Terkait
Puncak Arus Balik Lebaran, Pertamina Siagakan Ribuan SPBU dan Layanan Darurat
Multivision Plus Gelar Rights Issue Rp280 Miliar untuk Ekspansi Bioskop dan Produksi
ABM Investama Fokus Optimalisasi Dua Tambang Andalan di Aceh dan Kalteng
Kemenhub Siaga Penuh Antisipasi Puncak Arus Balik 28-29 Maret 2026