Pasar saham Indonesia diprediksi akan menghadapi hari yang beragam. Analis memproyeksikan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak dalam rentang yang cukup lebar, antara 7.608 hingga 8.446, pada perdagangan Senin (9/2/2026) ini. Proyeksi ini datang setelah pekan lalu ditutup dengan sentimen yang cukup berat.
Seperti yang kita catat, pada Jumat (6/2/2026), IHSG terpangkas cukup dalam. Indeks anjlok 168,62 poin atau 2,08 persen ke level 7.935,26. Kalau dilihat pergerakan sepekan, pelemahannya bahkan mencapai 4,73 persen. Situasinya memang tidak terlalu cerah.
William Hartanto, praktisi pasar modal dan founder WH-Project, memberikan analisis teknikal yang cukup gamblang. Menurutnya, pola candlestick IHSG yang terus menurun baru terhenti saat menyentuh Moving Average 5 (MA5) dalam proses rebound. Pola ini, dalam bacaannya, semakin mengonfirmasi bahwa tren pergerakan indeks adalah strong downtrend.
Dia juga menambahkan satu poin penting. IHSG disebut meninggalkan banyak gap di atas, yang nantinya justru akan menjadi target saat terjadi pembalikan arah atau reversal. Namun begitu, untuk saat ini, tekanan masih sangat terasa.
Di sisi lain, beban utama pelemahan ini didorong oleh saham-saham konglomerat yang gagal masuk dalam indeks MSCI. Efek bobot dari saham-saham besar itu sangat signifikan, menekan indeks dan menciptakan volatilitas tinggi yang membuat banyak investor was-was.
Meski sentimen secara umum cenderung lesu, bukan berarti tidak ada peluang sama sekali. William masih merekomendasikan beberapa saham untuk perdagangan hari ini berdasarkan analisis teknikal. Rekomendasinya adalah buy untuk empat emiten.
Artikel Terkait
BEI Hentikan Sementara Perdagangan Saham Multipolar Technology Usai Anjlok 76%
Tambang Nikel Hengjaya di Morowali Dihentikan Sementara Usai Kecelakaan Kerja Tewaskan Pekerja
Harga Emas Anjlok 2,84%, Tertekan Dolar AS dan Ketegangan Timur Tengah
Harga Minyak Melonjak Lagi Usai Harapan Damai Timur Tengah Meredup