Wall Street Melemah, Sektor Teknologi Tertekan oleh Kekhawatiran AI dan Data Pasar Tenaga Kerja

- Kamis, 05 Februari 2026 | 22:35 WIB
Wall Street Melemah, Sektor Teknologi Tertekan oleh Kekhawatiran AI dan Data Pasar Tenaga Kerja

MURIANETWORK.COM - Pasar saham Wall Street dibuka melemah pada Kamis (5/2/2026), terdorong oleh aksi jual besar-besaran di sektor teknologi. Pelemahan ini terjadi saat investor menanggapi sejumlah sentimen kunci, mulai dari antisipasi laporan keuangan Amazon, evaluasi terhadap rencana belanja besar Alphabet untuk kecerdasan buatan (AI), hingga data pasar tenaga kerja yang menunjukkan tanda-tanda pelambatan. Indeks S&P 500 tercatat turun 0,9%, Nasdaq Composite melemah 1,3%, dan Dow Jones Industrial Average merosot 0,5%.

Tekanan Berat di Sektor Teknologi

Pasar saat ini sedang menghadapi tekanan signifikan pada saham-saham teknologi, dengan triliunan dolar nilai pasar terkikis. Gelombang jual ini dipicu oleh kekhawatiran mendalam di kalangan investor. Mereka mulai mempertimbangkan apakah penurunan harga saham-saham perangkat lunak tertentu sudah berlebihan atau justru merupakan koreksi yang wajar. Kekhawatiran intinya berpusat pada potensi gangguan yang dibawa oleh teknologi AI terhadap perusahaan-perangkat lunak mapan yang selama ini mendominasi pasar.

Analis menilai, risiko ini sempat terabaikan oleh banyak pelaku pasar yang sebelumnya terlalu fokus pada prospek pertumbuhan dari belanja AI, tanpa mempertimbangkan sisi disruptifnya terhadap model bisnis yang sudah ada.

Fokus pada Laporan Keuangan dan Data Ekonomi

Secara umum, perhatian investor Wall Street masih terpaku pada laporan kinerja kuartalan perusahaan-perusahaan besar. Sorotan utama adalah perkembangan dan permintaan riil terhadap teknologi AI dari raksasa-raksasa teknologi. Di sisi lain, sinyal dari ekonomi riil juga memberikan warna. Data klaim pengangguran mingguan yang dirilis ternyata lebih tinggi dari perkiraan, mengindikasikan adanya kelemahan di pasar tenaga kerja.

Laporan terpisah juga menemukan bahwa Januari lalu mencatatkan bulan dengan pengumuman pemutusan hubungan kerja (PHK) terbanyak sejak 2009. Temuan ini memperkuat sinyal dari Laporan Ketenagakerjaan Nasional ADP sehari sebelumnya, yang menunjukkan penambahan lapangan kerja yang lebih lambat dari ekspektasi.

"Pembaruan ini muncul setelah Laporan Ketenagakerjaan Nasional ADP pada Rabu menunjukkan bisnis menambah lebih sedikit membuka lapangan pekerjaan pada Januari daripada yang diperkirakan," jelas laporan tersebut. Pasar kini menanti rilis data ketenagakerjaan bulanan dari pemerintah yang dijadwalkan pada Rabu depan.

Komoditas Logam Mulia Juga Tertekan

Tidak hanya saham, tekanan jual juga melanda pasar komoditas. Harga perak mengalami penurunan tajam, mencapai 17%, dalam sesi perdagangan. Aksi jual ini didorong oleh kabar bahwa China mulai melepas sebagian kepemilikannya atas aset logam mulia tersebut, menciptakan ketidakseimbangan pasokan di pasar global.

Komentar