Harga Emas Dunia Melemah Tertekan Penguatan Dolar AS dan Aksi Ambil Untung

- Kamis, 05 Februari 2026 | 08:40 WIB
Harga Emas Dunia Melemah Tertekan Penguatan Dolar AS dan Aksi Ambil Untung

Faktor Eksternal: Geopolitik dan Data Ekonomi AS

Di luar faktor teknis pasar, sejumlah perkembangan eksternal turut mempengaruhi sentimen investor. Dari kancah geopolitik, jadwal pembicaraan antara Iran dan Amerika Serikat yang direncanakan pada Jumat pekan ini menjadi salah satu sorotan. Selain itu, komunikasi intensif antara pemimpin dunia, termasuk pembicaraan luas Presiden AS Donald Trump dengan Presiden China Xi Jinping, juga diamati pasar untuk melihat dampaknya terhadap stabilitas global.

Data ekonomi domestik AS yang dirilis memberikan sinyal beragam. Laporan ADP menunjukkan pertumbuhan tenaga kerja sektor swasta AS pada Januari hanya bertambah 22.000, angka yang jauh di bawah ekspektasi pasar yang berada di kisaran 48.000. Investor kini menanti laporan ketenagakerjaan pemerintah (Non-Farm Payrolls) resmi untuk bulan Januari, yang dijadwalkan dirilis pada 11 Februari setelah sebelumnya tertunda.

Dalam kondisi ketidakpastian ini, pasar masih mempertahankan ekspektasi terhadap setidaknya dua kali pemangkasan suku bunga oleh The Fed sepanjang tahun 2026. Ekspektasi kebijakan moneter yang lebih longgar ini biasanya menjadi pendorong positif bagi aset non-yielding seperti emas.

Proyeksi dan Pergerakan Logam Mulia Lainnya

Meski volatilitas tinggi, beberapa analis tetap mempertahankan pandangan jangka panjang yang cukup optimis. Goldman Sachs, misalnya, mempertahankan proyeksi harga emas di level USD 5.400 per ons untuk akhir tahun 2026. Analis dari firma tersebut menilai permintaan sektor swasta yang lebih kuat berpotensi menjadi kejutan positif bagi pasar.

Sementara emas berjuang, logam mulia lainnya menunjukkan performa beragam pada hari yang sama. Harga perak spot justru berhasil bangkit dengan kenaikan 1,3 persen menjadi USD 86,08 per ons, setelah sebelumnya sempat menyentuh level terendah satu bulan. Platinum dan palladium juga ditutup menguat, masing-masing naik 0,6 persen dan 1,3 persen, menunjukkan dinamika yang berbeda-beda di dalam kelompok komoditas logam mulia.

Editor: Agus Setiawan


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar