Investasi Industri Tekstil Indonesia Tembus Rp21,44 Triliun di 2024: Strategi & Prospek 2025

- Kamis, 13 November 2025 | 07:40 WIB
Investasi Industri Tekstil Indonesia Tembus Rp21,44 Triliun di 2024: Strategi & Prospek 2025
Industri Tekstil Indonesia: Daya Tarik Investasi & Daya Tahan di 2025

Investasi Industri Tekstil Indonesia Melonjak, Tembus Rp21,44 Triliun di 2024

Industri Tekstil dan Produk Tekstil (TPT) Indonesia terus membuktikan ketangguhannya sebagai sektor andalan. Di tengah berbagai tantangan eksternal, minat investasi pada industri ini justru menunjukkan tren positif yang signifikan.

Berdasarkan data terbaru, nilai investasi di sektor TPT mengalami peningkatan tajam, mencapai Rp21,44 triliun sepanjang tahun 2024. Yang lebih menggembirakan, realisasi investasi hingga September 2025 telah mencatatkan angka yang solid sebesar Rp13,85 triliun. Pencapaian ini mengindikasikan kepercayaan investor yang tinggi terhadap prospek masa depan industri tekstil dalam negeri.

Kontribusi Nyata: Penyerapan Tenaga Kerja & Kinerja Ekspor

Peran strategis industri TPT sebagai penyedia lapangan kerja juga tetap dominan. Sektor ini berhasil menyerap tenaga kerja sebanyak 3,76 juta orang. Angka ini setara dengan 19,18 persen dari total tenaga kerja yang bekerja di sektor manufaktur nasional, menjadikannya salah satu penopang ketenagakerjaan utama.

Dari sisi kinerja, pertumbuhan industri tekstil dan pakaian jadi pada triwulan III tahun 2025 tercatat sebesar 0,93 persen. Sementara itu, kinerja ekspor menunjukkan stabilitas yang baik dengan nilai mencapai USD8,07 miliar. Capaian ekspor ini menghasilkan surplus perdagangan yang sehat sebesar USD2,5 miliar bagi perekonomian Indonesia.

Strategi Pemerintah Tingkatkan Daya Saing Industri Tekstil

Pemerintah, melalui Kementerian Perindustrian, secara aktif menyiapkan berbagai kebijakan dan program pendukung. Tujuannya adalah memperkuat daya saing industri TPT di kancah global dan mendorong transformasi menuju industri yang lebih efisien serta modern.

Beberapa upaya strategis yang dilakukan meliputi:

  • Pemberian insentif fiskal dan nonfiskal untuk meringankan beban industri.
  • Peningkatan kualitas keterampilan tenaga kerja melalui program pendidikan vokasi dan link and match dengan industri.
  • Percepatan program restrukturisasi mesin dan peralatan produksi untuk meningkatkan produktivitas.
  • Komitmen untuk memastikan ketersediaan bahan baku yang berkelanjutan, sesuai dengan mandat undang-undang.

Dukungan menyeluruh ini diharapkan dapat memacu pertumbuhan berkelanjutan, mengoptimalkan potensi yang ada, dan mengukuhkan posisi Indonesia sebagai pemain kunci dalam industri tekstil global.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar