Pemerintah bersiap mengambil langkah tegas. Targetnya? Praktik spekulatif dan manipulatif di pasar modal, termasuk yang populer disebut 'saham gorengan'. Praktik ini dinilai bukan cuma merugikan investor biasa, tapi juga menggerogoti integritas bursa secara keseluruhan.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menegaskan sikap pemerintah. Ruang untuk permainan yang mengotak-atik harga saham secara tak wajar bakal ditutup.
"Terkait dengan praktik spekulatif yang merusak pasar, pemerintah tidak mentolerir, sekali lagi pemerintah tidak mentolerir praktik manipulatif share pricing atau saham gorengan manipulatif, yang merugikan investor dan merusak kredibilitas dan integritas pasar modal di Indonesia,"
kata Airlangga di Wisma Danantara Jakarta, Sabtu (31/1).
Dampaknya ternyata lebih luas dari yang dibayangkan. Menurut Airlangga, efek manipulasi pasar ini menjalar jauh. Tak cuma soal angka di papan pencatatan bursa, tapi juga menyentuh sistem keuangan nasional dan iklim investasi kita.
Artikel Terkait
Gangguan Pasokan Timur Tengah Ancam Kerek Harga Aluminium
Pajak Rokok DKI Alokasikan Minimal 50% untuk Pelayanan Kesehatan Masyarakat
Bapanas Pastikan Stok Daging Nasional Melimpah Jelang Idulfitri
Saham Asia Menguat Didorong AI, Waspada Gejolak Harga Minyak