Perusahaan tambang batu bara, PT Singaraja Putra Tbk (SINI), punya rencana besar untuk anak usahanya. Mereka memproyeksikan kebutuhan modal kerja untuk PT Dwi Daya Swakarya bakal membengkak hingga Rp2,73 triliun pada tahun 2026 nanti. Angka yang tidak main-main.
Kenapa bisa sebesar itu? Rupanya, ini sejalan dengan rencana produksi dan aktivitas operasional yang terus digenjot. Jadi, wajar saja kalau butuh suntikan dana segar.
Nah, untuk tahun ini saja, belanja modal atau capex sudah dipatok sekitar Rp510 miliar. Anggaran sebesar itu rencananya akan difokuskan buat mendukung kegiatan operasional di lapangan. Mulai dari pemeliharaan rutin, pengembangan infrastruktur tambang, sampai fasilitas pendukung lainnya.
Soal dananya dari mana, perusahaan mengaku sebagian besar akan dibiayai oleh pihak ketiga yang diajak kerja sama. Sementara untuk memenuhi kebutuhan modal kerja dan capex, direncanakan bakal mengandalkan hasil operasional anak usahanya sendiri. Jadi, berharap bisnis berjalan lancar agar bisa mendanai dirinya sendiri.
Di sisi lain, ada kabar baik dari kinerja perseroan. Sepanjang 2025, bisnis mereka menunjukkan tren perbaikan. Dua anak usaha di sektor tambang, yaitu PT Pasir Bara Prima dan PT Persada Kapuas Prima, sudah mulai berproduksi dan akhirnya mencetak pendapatan.
Artikel Terkait
Rapat Tertutup Malam Sabtu: Menteri dan OJK Bahas Calon Pimpinan Baru BEI
Gelombang Modal Asing Meninggalkan Pasar RI, BI Waspadai Gejolak
Pemangkasan Produksi Batu Bara 70 Persen, Ancaman PHK Massal Mengintai
APBI Soroti Pemangkasan Produksi Batu Bara 2026, Ancaman PHK dan Guncangan Ekonomi Mengintai