Pasar saham kita baru saja melewati pekan yang cukup mencekam. Di penghujung Januari 2026, Bursa Efek Indonesia diguncang koreksi yang membuat banyak investor terengah-engah. IHSG bahkan sempat berhenti diperdagangkan trading halt selama dua hari berturut-turut, tepatnya pada 27 dan 28 Januari. Penyebabnya? Indeks anjlok lebih dari 8 persen dalam satu hari. Suasana pun gamang.
Di tengah gejolak itu, ada beberapa saham yang terpukul paling berat. PT Artha Mahiya Investama Tbk (AIMS), misalnya, harganya nyaris terpotong setengah. Saham ini merosot tajam dari Rp815 ke level Rp438. Cukup mengerikan, bukan?
Tekanan jual yang masif ternyata tak hanya menghantam AIMS. Menurut data statistik BEI yang dirilis Sabtu lalu, saham-saham lain juga ikut terperosok dalam. PT Esta Multi Usaha Tbk (ESTA) melemah 41,05 persen ke Rp224. Lalu ada PT Royaltama Mulia Kontraktorindo Tbk (RMKO) yang anjlok 39,31 persen ke Rp1.050.
Kalau dilihat lebih jauh, pekan ini memang didominasi warna merah. IHSG sendiri ditutup melemah 6,94 persen ke level 8.329. Aktivitas transaksi secara volume pun ikut menciut, turun 3,69 persen dibanding pekan sebelumnya. Tapi ada yang menarik. Meski volumenya turun, frekuensi transaksi harian justru naik tipis, sekitar 1,59 persen. Artinya, meski jumlah saham yang berpindah tangan berkurang, transaksi justru terjadi lebih sering. Mungkin ini pertanda ada yang sedang panik jual, atau justru ada yang mulai memunguti saham-saham murah.
Di sisi lain, deretan "top loser" pekan ini cukup panjang. Selain yang sudah disebut, sejumlah emiten lain juga mengalami tekanan jual yang sangat dalam.
Artikel Terkait
APBI Soroti Pemangkasan Produksi Batu Bara 2026, Ancaman PHK dan Guncangan Ekonomi Mengintai
Erajaya Pacu Ekspansi, Bidik Kenaikan Laba 18% dengan Strategi Gaya Hidup dan EV
Trump Tunjuk Kevin Warsh Pimpin Fed, Ekonom Terbelah
Yogya Galang Dana Kreatif, Atasi Rp32 Triliun yang Tidur di Bank