Pilihan ini cukup mengejutkan. Soalnya, Warsh dikenal sebagai sosok yang kerap menyoroti kinerja The Fed dengan kritik pedas. Nah, kini Trump memberinya kesempatan untuk mewujudkan ide-idenya, termasuk mengubah rezim kebijakan moneter yang selama ini berlaku.
Tapi, jalan Warsh belum mulus. Penunjukannya sebagai Ketua The Fed tetap harus melalui persetujuan Senat AS. Proses itu bisa saja berliku.
Selama ini, The Fed dianggap sebagai penjaga stabilitas pasar keuangan global, berkat independensinya dari kepentingan politik. Namun, Trump sepertinya terus ingin menguji batas independensi itu. Baru awal bulan ini, misalnya, Kementerian Kehakiman bahkan membuka penyelidikan pidana terhadap Jerome Powell. Langkah yang jelas menimbulkan banyak tanda tanya.
Artikel Terkait
BRI Salurkan Kredit Rp4 Triliun ke Dua Anak Usaha Golden Energy Mines
GEMA Gelar Buyback Saham Senilai Rp2 Miliar hingga 2026
Anggaran Program Makan Bergizi Gratis 2026 Belum Dipangkas Pemerintah
IHSG Anjlok 1,61%, Sentimen Jual Dominasi Pasar