Pilihan ini cukup mengejutkan. Soalnya, Warsh dikenal sebagai sosok yang kerap menyoroti kinerja The Fed dengan kritik pedas. Nah, kini Trump memberinya kesempatan untuk mewujudkan ide-idenya, termasuk mengubah rezim kebijakan moneter yang selama ini berlaku.
Tapi, jalan Warsh belum mulus. Penunjukannya sebagai Ketua The Fed tetap harus melalui persetujuan Senat AS. Proses itu bisa saja berliku.
Selama ini, The Fed dianggap sebagai penjaga stabilitas pasar keuangan global, berkat independensinya dari kepentingan politik. Namun, Trump sepertinya terus ingin menguji batas independensi itu. Baru awal bulan ini, misalnya, Kementerian Kehakiman bahkan membuka penyelidikan pidana terhadap Jerome Powell. Langkah yang jelas menimbulkan banyak tanda tanya.
Artikel Terkait
Trump Tunjuk Calon Hawkish, Wall Street Langsung Berdarah
Gelombang Mundur di OJK, Empat Pucuk Pimpinan Serahkan Surat Pengunduran Diri
Mirza Adityaswara Lengser, Kursi Pucuk Pimpinan OJK Mendadak Kosong
Indonesia Jadi Magnet Investor Global di Tengah Badai Utang Negara Maju