"Kalau saya pikir ini sinyal yang positif. Artinya investor di pasar modal maupun di sektor riil melihat bahwa kita menangani masalah dengan cepat dan serius," jelasnya lebih lanjut.
"Jadi yang tadinya ragu-ragu mestinya akan lebih yakin bahwa arah ke depan akan lebih baik."
Dengan keyakinan yang pulih, aliran modal diharapkan bisa kembali deras. Itulah mesin penggerak yang dibutuhkan ekonomi nasional, terutama menyongsong target-target ambisius di tahun 2026 nanti. Di sisi lain, langkah 'bersih-bersih' di pucuk pimpinan bursa ini juga mengirim pesan keras. Pemerintah tak akan main-main dalam menjaga stabilitas finansial; kelalaian apa pun tak akan ditoleransi.
Nuansa optimisme itu terasa, meski pasar masih terlihat kelabu. Purbaya, bagaimanapun, memilih fokus pada sinyal-sinyal positif yang ia yakini akan segera terlihat hasilnya.
Artikel Terkait
BRI Salurkan Kredit Rp4 Triliun ke Dua Anak Usaha Golden Energy Mines
GEMA Gelar Buyback Saham Senilai Rp2 Miliar hingga 2026
Anggaran Program Makan Bergizi Gratis 2026 Belum Dipangkas Pemerintah
IHSG Anjlok 1,61%, Sentimen Jual Dominasi Pasar