Harga emas lagi-lagi bikin heboh. Di Jakarta, angka fantastis Rp3 juta per gram bukan cuma jadi berita, tapi juga mendorong orang ramai-ramai ke toko emas. Yang menarik, kebanyakan dari mereka datang bukan untuk beli kalung atau gelang, tapi justru mencari logam mulia batangan. Tampaknya, di tengah gejolak ekonomi, emas dipandang sebagai pelindung nilai yang lebih meyakinkan.
Suasana itu terasa jelas di Pasar Emas Cikini. Suki, salah satu pedagang di sana, mengamati pergeseran ini. Menurutnya, kalau tujuannya investasi jangka panjang, pilihan seharusnya jatuh pada logam mulia, bukan perhiasan.
"Kalau beli perhiasan ya cukup untuk dipakai saja. Tapi untuk disimpan? Harusnya logam mulia, jangan yang perhiasan,"
katanya, Kamis lalu.
Alasannya klasik tapi tetap relevan: emas dianggap bisa menjaga daya beli uang kita dari gerogotan inflasi. Suki bilang, nilai emas dan perak itu sudah teruji sejak zaman dulu, bahkan disebut-sebut sebagai "uangnya Tuhan". Stabilitasnya lah yang jadi daya tarik utamanya.
Dia lalu menyinggung soal kebijakan negara-negara adidaya. Menurut pengamatannya, langkah China dan Amerika Serikat yang menimbun cadangan emas dalam volume besar bukan tanpa alasan.
"Cadangannya berton-ton itu. Kenaikan harga sekarang ini kan juga dipicu mereka yang borong dalam skala besar. Tujuannya jelas, untuk melindungi nilai mata uang yang mereka edarkan sekaligus memperkuat pondasi ekonomi di kancah global,"
terang Suki.
Memang, statistiknya mencengangkan. Harga emas dunia terus meroket, menembus rekor baru di kisaran US$5.598 per troy ons. Imbasnya di dalam negeri? Harga emas di Pegadaian pun melambung ke zona Rp3 jutaan per gram.
Kalau kita cek data resminya, emas Galeri24 di Pegadaian hari ini dipatok Rp3.068.000 per gram naik tajam Rp103.000 dari hari sebelumnya. Sementara itu, emas UBS dijual Rp3.136.000 per gram, mengalami kenaikan sekitar Rp119.000. Untuk emas Antam, berdasarkan laman Logam Mulia, harganya berada di level Rp3.003.000 per gram.
Angka-angka itu, meski terlihat tinggi, justru memancing minat yang lebih besar. Sepertinya, bagi banyak orang, rasa aman yang diberikan oleh sebatang logam kuning ini lebih berharga daripada nominalnya sendiri.
Artikel Terkait
Laba Bersih PTBA Melonjak 104,8 Persen di Kuartal I-2026 Meski Pendapatan Stagnan
Paradise Indonesia (INPP) Cetak Laba Rp44 Miliar di Kuartal I-2026, Segmen Komersial Jadi Motor Pertumbuhan
Wall Street Beragam di Tengah Reli Bulanan, S&P 500 dan Nasdaq Catat Kenaikan Terbaik Sejak 2020
Wall Street Berakhir Campur Aduk, S&P 500 Catat Kenaikan Bulanan Terbesar Sejak 2020