Permintaan dari Morgan Stanley Capital International (MSCI) soal transparansi kepemilikan saham di Indonesia akhirnya mendapat respons. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia (BEI) menyatakan kesiapan mereka untuk menindaklanjuti masukan dari lembaga pemeringkat global tersebut.
Menurut Ketua Dewan Komisioner OJK, Mahendra Siregar, penjelasan langsung telah diterima dari MSCI. Dia memandang hal ini sebagai sebuah masukan yang konstruktif.
"Kami, OJK menerima penjelasan itu sebagai masukan yang baik. Kami melihat lembaga itu tetap ingin memasukkan saham-saham emiten dari Indonesia dalam indeks global,"
Ucap Mahendra dalam konferensi pers di Gedung BEI, Jakarta, Kamis lalu. Acara itu digelar bersama dengan Self Regulatory Organization (SRO).
Inti permintaan MSCI, kata Mahendra, adalah pengecualian investor dalam kategori 'corporate and others' dari perhitungan free float. Selain itu, MSCI meminta publikasi data kepemilikan saham, baik yang di atas maupun di bawah 5 persen.
Nah, untuk merespons ini, BEI dan Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) konon sudah menerbitkan data kepemilikannya. Data itu sekarang sedang ditelaah lebih lanjut oleh MSCI. Pertanyaannya, apakah format datanya sudah sesuai ekspektasi mereka?
"Apakah sesuai dengan yang dibutuhkan mereka? Kami commited melakukannya sesuai best practice internasional,"
tegas Mahendra.
Di sisi lain, BEI dan SRO juga siap-siap saja kalau nanti diminta mempublikasikan data investor minoritas yang kepemilikannya di bawah 5 persen. Struktur kepemilikan lengkap akan disiapkan.
Yang jelas, regulator di sini bertekad bulat. Setiap masukan lebih lanjut dari MSCI pasca peninjauan akan ditindaklanjuti. Perbaikan akan terus dilakukan, sampai semuanya benar-benar memenuhi standar dan diterima oleh MSCI. Mereka tak mau setengah-setengah dalam urusan ini.
Langkah ini tentu penting. Bukan cuma soal mempertahankan posisi di indeks global, tapi juga soal kredibilitas pasar modal kita ke depannya.
Artikel Terkait
PT Nusantara Sawit Sejahtera Bagikan Dividen Final Rp119 Miliar untuk Tahun Buku 2025
CGV Siapkan Dua Bisnis Baru: Jual Kosmetik Korea dan Sediakan Layanan Pijat di Studio Bioskop
PT Merdeka Battery Materials Siapkan Buyback Rp1,46 Triliun untuk Stabilkan Harga Saham
RUPST Benteng Api Technic Setujui Dividen Tunai Rp5,95 Miliar atau Rp2 per Saham