Pasar saham kita hari Kamis kemarin benar-benar berdarah. IHSG, barometer utama perekonomian, ambruk dengan sangat tajam. Angkanya? Turun 665,89 poin, atau kalau dipersenkan, minus 8 persen. Posisinya terlempar ke level 7.654,66. Sebuah kejatuhan yang dramatis.
Nah, karena penurunannya sudah tembus lebih dari 8 persen itu, otomatis perdagangan pun dihentikan sementara. Mekanisme yang disebut trading halt ini langsung aktif. Aturan baru BEI memang sudah mengantisipasi hal seperti ini, untuk mencegah kepanikan yang lebih parah.
Di sisi lain, suasana di lantai bursa pasti sangat suram. Bayangkan saja, dari ratusan saham yang diperdagangkan, hanya 33 yang berhasil naik. Sebaliknya, 658 lainnya terkapar di zona merah. Sementara itu, sekitar 20 saham lainnya cenderung datar, tidak bergerak kemana-mana.
Menurut sejumlah analis yang dihubungi, kejadian ini mengejutkan tapi bukan tanpa sebab. Ada sentimen global yang cukup berat membebani. Namun begitu, hentian perdagangan tadi memberi sedikit waktu bagi investor untuk menarik napas, menilai ulang situasi yang berubah dengan cepat ini.
Artikel Terkait
Pemerintah Genjot Koordinasi Jaga Harga Pangan Jelang Ramadan
Menteri Bappenas: Makan Bergizi Gratis Lebih Mendesak Ketimbang Buka Lapangan Kerja
Ancaman Degradasi Pasar: MSCI Bekukan Penyesuaian, IHSG Terancam Turun Kasta
IHSG Anjlok, Airlangga: Momentum untuk Reformasi Pasar Modal