Emas Tembus USD 5.400, Ketegangan Global Picu Reli Gila-Gilaan

- Kamis, 29 Januari 2026 | 08:00 WIB
Emas Tembus USD 5.400, Ketegangan Global Picu Reli Gila-Gilaan

Sementara itu, dari sisi kebijakan moneter, The Fed memutuskan untuk menahan suku bunga. Keputusan itu sebenarnya sudah diantisipasi pasar. Namun yang menarik, setelah pengumuman itu, spekulasi beralih ke kemungkinan pemangkasan suku bunga pada Juni nanti tidak lebih cepat dari itu.

Ada sedikit drama dalam rapat The Fed. Dua gubernur, Christopher Waller dan Stephen Miran, menyatakan dissent. Mereka justru mendukung pemotongan suku bunga sebesar seperempat poin persentase. Waller sendiri disebut-sebut sebagai calon kuat pengganti Jerome Powell yang masa jabatannya berakhir Mei mendatang.

Sebagai aset safe haven, kinerja emas tahun ini sungguh fantastis. Kenaikannya telah melampaui 25 persen, melanjutkan tren bullish dari tahun 2025 yang catatannya juga mengesankan: 64 persen. Lingkungan suku bunga rendah jelas masih menjadi angin baik bagi logam kuning ini.

Euforia ini bukan cuma terjadi di layar monitor trader. Di Shanghai dan Hong Kong, toko-toko emas ramai dipadati pembeli. Banyak dari mereka yang datang dengan spekulasi sederhana: harga masih mungkin naik lagi. Mereka tak ingin ketinggalan.

Bagaimana dengan logam mulia lainnya? Perak spot terpantau stabil di USD 116,61 per ons, setelah sempat sentuh rekor USD 117,69. Platinum naik tipis 0,4 persen ke USD 2.705,79, sementara paladium menguat 0,3 persen ke level USD 2.079,32 per ons. Mereka ikut merasakan gelombang optimisme, meski sorotan utama tetap pada sang primadona: emas.


Halaman:

Komentar