Nah, di sinilah masalahnya menurut Maximilianus. Persoalan transparansi kepemilikan saham yang masih buram berpotensi memicu perdagangan terkoordinasi. Alhasil, harga saham bisa jadi tidak wajar dan jauh dari nilai sebenarnya.
tegasnya.
Pandangan serupa datang dari analis Panin Sekuritas, Cliff Nathaniel. Ia melihat pelemahan IHSG pagi ini tak lepas dari respons pasar yang dingin terhadap kajian MSCI. Kajian itu menyoroti rencana revisi penilaian free float saham-saham di Indonesia.
kata Cliff. Sinyalnya jelas: pasar sedang cemas, dan peringatan dari MSCI ini bukan sesuatu yang bisa dianggap angin lalu.
Artikel Terkait
IHSG Anjlok 8%, BEI Terpaksa Bekukan Perdagangan
BI Luncurkan Peta Jalan Ekonomi 2025: Optimisme, Komitmen, dan Sinergi Jadi Kunci
Harga Pangan di Tiga Provinsi Terdampak Bencana Mulai Stabil
IHSG Terguncang 8% Usai MSCI Bekukan Rebalancing Indeks