Nah, di sinilah masalahnya menurut Maximilianus. Persoalan transparansi kepemilikan saham yang masih buram berpotensi memicu perdagangan terkoordinasi. Alhasil, harga saham bisa jadi tidak wajar dan jauh dari nilai sebenarnya.
tegasnya.
Pandangan serupa datang dari analis Panin Sekuritas, Cliff Nathaniel. Ia melihat pelemahan IHSG pagi ini tak lepas dari respons pasar yang dingin terhadap kajian MSCI. Kajian itu menyoroti rencana revisi penilaian free float saham-saham di Indonesia.
kata Cliff. Sinyalnya jelas: pasar sedang cemas, dan peringatan dari MSCI ini bukan sesuatu yang bisa dianggap angin lalu.
Artikel Terkait
Centrepark Raih Top Brand Award 2026 untuk Kategori Parking Management
Pertamina Geothermal Energy (PGEO) Bidik Bisnis Sewa Alat Tambang
Jalan Tol Bali Mandara Ditutup 32 Jam untuk Nyepi 2026
Elnusa Siapkan Empat Strategi Dukung Target Satu Juta Barel Minyak per Hari