Pasar saham kita hari ini benar-benar berdarah. IHSG terperosok dalam, anjlok hingga 7 persen lebih. Tepatnya, pada pukul 11.28 WIB, indeks tercatat merosot tajam 652,773 poin ke level 8.327,456. Sebuah pelemahan yang cukup untuk membuat ruang perdagangan senyap dan layar monitor dipenuhi warna merah.
Lalu, apa pemicunya? Menurut Maximilianus Nicodemus dari Pilarmas Investindo Sekuritas, sentimen buruk dari Morgan Stanley Capital International (MSCI) jadi biang keroknya. Kebijakan terbaru mereka dinilai memicu keraguan besar di kalangan investor global terhadap pasar Indonesia.
ujar Maximilianus, Rabu (28/1).
Memang, MSCI baru saja mengambil langkah tegas. Mereka memberlakukan perlakuan sementara dengan membekukan sejumlah perubahan dalam proses rebalancing indeks, termasuk untuk review Februari 2026. Kebijakan yang diumumkan Selasa lalu ini bukan main-main.
Intinya, seluruh kenaikan faktor Foreign Inclusion Factor (FIF) dan Number of Shares (NOS) dibekukan. Penambahan saham baru ke dalam indeks pasar mereka juga dihentikan sementara. Bahkan, perpindahan saham dari segmen kecil ke segmen besar ikut dibekukan. Tujuannya jelas: mengurangi risiko dan memberi waktu bagi otoritas kita untuk berbenah, terutama soal transparansi.
Artikel Terkait
IHSG Anjlok 8%, BEI Terpaksa Bekukan Perdagangan
BI Luncurkan Peta Jalan Ekonomi 2025: Optimisme, Komitmen, dan Sinergi Jadi Kunci
Harga Pangan di Tiga Provinsi Terdampak Bencana Mulai Stabil
IHSG Terguncang 8% Usai MSCI Bekukan Rebalancing Indeks