Pasar saham Indonesia memulai hari Rabu (28/1) dengan sentimen yang suram. IHSG langsung terjun bebas, tercatat anjlok 6,71 persen ke level 8.974,56 begitu bel dibuka. Suasana tebas jelas terasa di awal sesi perdagangan.
Di sisi lain, pergerakan rupiah juga tak menggembirakan. Mata uang kita kembali tertekan terhadap dolar AS. Menurut pantauan Bloomberg sekitar pukul sembilan pagi, kurs rupiah melemah tipis 11 poin ke posisi Rp 16.793 per dolar. Pelemahan itu setara dengan 0,07 persen.
Lalu, bagaimana dengan bursa regional lainnya? Ternyata, kondisinya beragam. Tidak semua mengalami tekanan seperti IHSG.
Indeks Nikkei 225 Jepang justru mencoba menguat, naik 0,13 persen ke 52.951. Sementara itu, bursa Hong Kong tampak lebih optimis dengan kenaikan Hang Seng sebesar 1,12 persen menuju level 27.065.
Namun begitu, tidak semua pasar Asia hijau. Indeks SSE Composite China justru berbalik turun 0,26 persen ke 4.122,04. Sedangkan Singapura, melalui Indeks Straits Times-nya, berhasil menguat cukup signifikan 0,87 persen ke 4.903.
Jadi, pagi ini IHSG terlihat seperti penyendiri di zona merah yang dalam, sementara beberapa rekan regionalnya masih mampu bertahan atau bahkan naik. Situasi yang cukup menarik untuk diikuti perkembangannya hingga penutupan nanti.
Artikel Terkait
Penerima PKH dan Bantuan Sembako Akan Dilebur ke Koperasi Desa Merah Putih
Emas Anjlok ke Terendah Sebulan, Kekhawatiran Inflasi dan Ketegangan Iran-Timur Tengah Kembali Meningkat
UEA Resmi Keluar dari OPEC, Fokus pada Kepentingan Nasional
Wall Street Melemah, Kekhawatiran Kinerja OpenAI Tekan Saham Teknologi Jelang Rilis Laba Raksasa AS