"Dominasi kepemilikan perorangan pada BPR dan BPRS menunjukkan bahwa tantangan stabilitas ke depan semakin struktural dan operasional, bukan hanya masalah siklikal,"
Masalahnya kompleks. Mulai dari tata kelola yang belum oke, keterbatasan sumber daya manusia, sampai tantangan operasional harian. Untuk itu, Anggito melihat modernisasi sebagai sebuah keharusan. Mendesak, bahkan.
Memperkuat infrastruktur dan kapasitas teknologi informasi, khususnya sistem inti perbankan, dinilainya sebagai langkah strategis. Ini bukan cuma buat efisiensi, tapi juga buat menguatkan pengendalian risiko, ketahanan terhadap serangan siber, dan mencegah penipuan.
Lalu, ada pekerjaan rumah jangka panjang yang tak kalah penting: literasi keuangan. LPS bersama KSSK mendorong agar masyarakat bukan cuma punya rekening, tapi juga aktif dan bijak menggunakannya. Tujuannya jelas, agar rekening itu tak disalahgunakan dan pada akhirnya ikut menjaga sistem keuangan kita dari risiko.
Artikel Terkait
Wall Street Berdebar di Tengah Drama The Fed dan Laporan Emiten
Menkeu Purbaya Tantang Investor: Tertawakan Saya, Tapi Jangan Lupa Investasi
Cincin Donat untuk Pejalan Kaki: MRT Jakarta Rancang Jembatan Melingkar di Dukuh Atas
Pertamina Usul Batasi Pembelian LPG 3 Kg Maksimal 10 Tabung per KK Mulai 2026