Strategi utama UVCR di tahun 2026 cukup jelas. Mereka fokus pada penguatan target operasional, salah satunya integrasi penuh UVGC dengan jaringan EDC di berbagai bank. Bahkan, ke depan rencananya UVGC akan terhubung dengan jaringan EDC milik PT Bank Central Asia Tbk (BCA).
“Perseroan juga menyiapkan inovasi produk melalui pengembangan fitur pembayaran yang lebih seamless pada aplikasi Ultra Voucher,” tambah Riky.
Tak cuma itu, mereka juga fokus menambah kerja sama dengan berbagai brand agar UVGC bisa diterima secara langsung atau direct redemption.
Di sisi lain, bisnis korporasi juga tak luput dari perhatian. UVCR memperkuat fokus pada segmen B2B untuk mendorong penetrasi solusi program loyalitas dan voucher. Tujuannya, menawarkan reward perusahaan yang lebih modern dan praktis. Ke depannya, layanan seperti pengelolaan program insentif dan peningkatan aset kelolaan (AUM) diharapkan bisa diakses dengan mudah oleh mitra-mitra B2B mereka.
Perjalanan bisnis mereka sejauh ini terlihat cukup positif. Hingga kuartal III-2025, UVCR membukukan pendapatan usaha sebesar Rp666 miliar. Angka ini tumbuh sekitar 13 persen jika dibandingkan periode yang sama tahun 2024, yang sebesar Rp591 miliar. Sebuah pencapaian yang jadi modal bagus untuk akselerasi di tahun-tahun mendatang.
Artikel Terkait
WINR Pacu Ekspansi, Lima Proyek Baru Dikebut
Bukit Asam Borong Enam Penghargaan Hijau di Indonesia Green Awards 2026
Sepi yang Menyisakan: Kisah Pedagang Valas Jalanan di Kwitang yang Bertahan di Tengah Lesu
IHSG Bertahan di Zona Hijau, Sektor Barang Baku Melonjak 4,47%