Pendaftaran beasiswa LPDP untuk tahap pertama tahun 2026 resmi dimulai hari ini, 22 Januari. Kesempatan ini terbuka hingga tanggal 23 Februari mendatang. Bagi ribuan calon penerima, ini adalah momen yang ditunggu-tunggu.
Melalui unggahan di akun Instagram resminya, @lpdp_ri, lembaga ini mengumumkan adanya perubahan pendekatan. Kali ini, LPDP lebih fokus menyelaraskan pendidikan dengan dampak nyata yang dibutuhkan Indonesia. Intinya, mereka beralih dari seleksi berdasarkan latar belakang pendaftar ke sistem yang berbasis minat studi dan kontribusi pada industri strategis nasional. Perubahan ini cukup signifikan.
Nah, untuk industri strategis itu sendiri, LPDP membidik dua kelompok besar. Pertama, bidang STEM alias Science, Technology, Engineering, and Mathematics. Di dalamnya ada delapan fokus utama: energi, pertahanan, digitalisasi AI dan semikonduktor, hilirisasi industri, kesehatan, pangan, maritim, serta material dan manufaktur modern.
Di sisi lain, ada juga bidang yang disebut Non-STEM with STEM Adjective. Meski namanya non-STEM, program ini tetap dirancang untuk mendukung delapan sektor strategis tadi. Cakupannya meliputi kewirausahaan dan industri kreatif, bisnis dan ekonomi, plus hukum dan kebijakan publik.
Meski begitu, jangan khawatir bagi kamu yang punya minat di bidang sosial humaniora. Program SHARE tetap ada, mencakup studi sosial, humaniora, seni, religi, dan ekonomi.
Transformasi lain yang patut dicatat adalah perubahan nama program. Program Perguruan Tinggi Utama Dunia kini bertransformasi menjadi Program Universitas Unggulan. Program ini tetap menjaring kampus-kampus ternama di Asia, Eropa, dan Amerika.
Beberapa di antaranya? Misalnya Tsinghua University, University of Tokyo, lalu ada juga deretan kampus legendaris seperti Cambridge dan Oxford. Dari Amerika, nama-nama seperti Harvard, MIT, Stanford, dan UC Berkeley juga masuk dalam daftar.
Untuk jenis beasiswanya, ada beberapa pilihan yang dibuka saat ini. Mulai dari Beasiswa STEM Industri Strategis, SHARE, Kemitraan (Co-Funding), hingga program Double Degree dan Joint Degree. Ada juga Beasiswa Kerja Sama Khusus, Non-Degree, dan nantinya akan dibuka pula Beasiswa Akselerasi Master.
Setelah pendaftaran ditutup, proses seleksi pun dimulai. Tahap pertama adalah seleksi administrasi, yang berlangsung dari 24 Februari hingga 12 Maret 2026. Pengumumannya pada 13 Maret.
Bagi yang ingin mengajukan sanggah, kesempatan diberikan pada 14-17 Maret. Hasil final sanggah baru akan keluar sekitar 10 April 2026. Lumayan panjang juga prosesnya.
Berikutnya, peserta yang lolos akan menghadapi seleksi bakat skolastik pada 15–28 April. Pengumuman tahap ini dijadwalkan pada 30 April.
Puncaknya adalah seleksi substansi, yang digelar dari 4 Mei hingga 12 Juni. Hasil akhir seluruh seleksi baru akan diumumkan pada 22 Juni 2026. Bagi yang berhasil, perkuliahan bisa dimulai paling cepat pada Juli 2026. Perjalanan panjang, tapi sepadan untuk masa depan.
Artikel Terkait
Mayapada Hospital Luncurkan Teknologi Kedokteran Nuklir untuk Tingkatkan Presisi Perawatan Kanker
Jumlah Investor Pasar Modal Tembus 26 Juta, IHSG Justru Terkoreksi 6,6% dalam Sepekan
BEI Luncurkan Kampanye ‘Aku Net-Zero Hero’ di Hari Bumi, Dorong Partisipasi Publik dalam Perdagangan Karbon
Pekan Terakhir April 2026: Tiga Faktor Global Picu Ketegangan Pasar Minyak dan Emas