Dan ketiga, gaya hidup. Segmen ini mengelola 69 mal yang tersebar di 36 kota, dengan total area sewa (NLA) mencapai 2,5 juta meter persegi. Belum lagi jaringan Hotel Aryaduta dan lapangan golf yang juga mereka kelola.
Lalu, Siapa yang Memegang Kendali?
Berdasarkan laporan bulanan ke BEI hingga akhir 2025, pengendali utama saham LPKR adalah PT Inti Anugerah Pratama. Perusahaan ini memegang 18,16 miliar saham, setara dengan 25,62% dari total saham yang beredar.
Berikut daftar pemegang saham mayoritasnya:
- PT Inti Anugerah Pratama: 18,16 miliar saham (25,62%) – pengendali
- Sierra Inc.: 11,25 miliar saham (15,88%)
- PT Primantara Utama Sejahtera: 7,37 miliar saham (10,4%)
- DBS Bank Ltd SG-PB: 3,66 miliar saham (5,17%)
- Masyarakat: 30,35 miliar saham (42,82%)
Namun, jika ditelusuri lebih jauh, penerima manfaat akhir atau pemilik sebenarnya dari kepemilikan saham ini adalah James Riady.
LPKR pertama kali melantai di bursa pada 1996. Kala itu, mereka melepas 30,80 juta saham dengan harga penawaran Rp3.250 per saham. Hasilnya? Dana segar sebesar Rp100,10 miliar berhasil dihimpun. Dan dalam setahun terakhir, sahamnya telah memberikan return sebesar 37,23% bagi para investornya.
Artikel Terkait
Pemerintah Stop Impor Solar C48 Mulai 2026, Tapi Bensin Masih Diimpor
RMKE Melesat Usai Suspensi, Diserbu Sekuritas dengan Beli Rp59,8 Miliar
Paradise Indonesia Pacu Pertumbuhan Dua Digit Usai Raih Untung Rp500 Miliar
Divestasi Saham Freeport untuk Papua Ditargetkan Rampung Awal 2026