Selain genset, ada juga bantuan sembako. Sebanyak 500 paket berisi beras, gula, minyak, dan mie instan dibagikan ke tiga desa: Alue Krak Kayee, Tanjong Dalam Selatan, dan tentu saja, Uning Mas.
Di sisi lain, bagaimana dengan stok BBM di Aceh sendiri? Pertamina Patra Niaga lewat Executive General Manager Regional Sumbagut, Sunardi, menyatakan kondisi stok aman. Rata-rata ketahanannya sekitar 5 hari.
“Jadi secara umum kondisi stok di 5 depot itu sampai paling kecil 5 hari ke depan. Tapi kondisinya reguler, kapal RTD-nya 3 hari masuk. Insyaallah aman,” kata Sunardi.
Dia merinci posisi stok di lima terminal BBM Aceh. Di Lhokseumawe, biosolar cukup untuk 5 hari, Pertalite 5,6 hari. Krueng Raya: solar 5,75 hari, Pertalite 10 hari. Meulaboh lebih panjang, biosolar 8,3 hari dan Pertalite 8,57 hari.
Yang menarik adalah kondisi di wilayah kepulauan. “Simeulue untuk solar itu ketahanan stoknya 6,57 hari. Untuk Pertalite 17,55 hari. Kemudian untuk di Sabang, biosolar ketahanan stoknya 19,54 hari. Untuk Pertalite cukup panjang, ada 49 hari. Karena dia cuma di Kepulauan Jera,” jelas Sunardi.
Jadi, meski bencana menerpa, upaya menjaga pasokan energi dan bantuan langsung terus digelontorkan. Semua berharap, langkah-langkah ini bisa sedikit meringankan beban warga Aceh.
Artikel Terkait
KKP Siapkan Ribuan Sertifikat untuk Jaga Ekspor Udang ke AS
Prospek ASRI 2026: Laba Bersih Diproyeksikan Melonjak Lima Kali Lipat
Emas Siap Cetak Rekor, Sentimen Global Pacu Harga ke Rp 2,8 Juta
Ekspor Kakao Melonjak, Tapi RI Masih Bergantung Impor Bahan Baku