jelas Suprayitno.
Sebelum sampai pada konfirmasi ini, prosesnya cukup panjang. Sumur eksplorasi MTH-001 pertama kali dibor awal September 2025 lalu, menggunakan Rig PDSI 52.3. Pengeboran berlangsung hingga akhir bulan, mencapai kedalaman lebih dari 6.400 kaki.
Setelah itu, tahap krusial dimulai: uji produksi. Kegiatan ini memakai Rig BMS-007 dan berjalan hampir sebulan penuh, dari Desember 2025 hingga awal Januari 2026. Hasilnya? Mereka berhasil membuktikan adanya potensi minyak dari play baru berjenis perangkap stratigrafi di dua formasi tadi.
Yang menarik, temuan ini menunjukkan bahwa meski Blok Rokan termasuk wilayah "mature" atau sudah berumur, cara pandang baru dan ekstraksi data yang optimal masih bisa membuahkan hasil. Bahkan, ada peluang nyata untuk meningkatkan produksi lewat pengembangan lanjutan nantinya.
Bagi yang awam geologi, Formasi Pematang URB itu lapisan batuan tua yang dikenal sebagai sumber migas. Sementara Formasi Menggala adalah lapisan batupasir yang berperan sebagai reservoir atau wadah penyimpanan minyak. Keduanya terletak di Cekungan Sumatra Tengah.
Dari sisi lokasi, posisi sumur baru ini terbilang strategis. Cuma sekitar 3 kilometer dari Lapangan Oki, dan tidak jauh dari fasilitas pengumpul seperti GS Libo. Kedekatan ini membuka peluang untuk memanfaatkan infrastruktur yang sudah ada, yang tentu bisa menghemat biaya dan mempercepat pengembangan.
Pada akhirnya, keberhasilan di Sumur Mustang Hitam ini bukan cuma sekadar angka di laporan. Ini adalah penegasan komitmen PHR untuk terus mengeksplorasi Blok Rokan, yang selama puluhan tahun menjadi tulang punggung produksi minyak dan gas nasional. Sebuah titik terang di ladang tua yang masih menyimpan harapan.
Artikel Terkait
OJK Bongkar Delapan Pelanggaran Serius Dana Syariah Indonesia, Lapor ke Bareskrim
Tiket Promo Whoosh Ludes, Penumpang Diprediksi Tembus 22 Ribu Saat Libur Isra Mikraj
PNM Ajak Pelajar SLTA Bikin Konten Bermakna, Bukan Cuma Viral
ICP Anjlok ke USD 61,10, Pasar Minyak Dunia Dibayangi Super Glut