ICP Anjlok ke USD 61,10, Pasar Minyak Dunia Dibayangi Super Glut

- Jumat, 16 Januari 2026 | 13:06 WIB
ICP Anjlok ke USD 61,10, Pasar Minyak Dunia Dibayangi Super Glut

Di meja perencanaan, berbagai lembaga juga merevisi proyeksi mereka. OPEC, misalnya, menaikkan proyeksi pertumbuhan produksi dari negara-negara Non-OPEC untuk 2025. Sementara itu, S&P Global justru mengambil langkah sebaliknya dengan memangkas proyeksi pertumbuhan permintaan minyak untuk tahun yang sama.

Kondisi di kawasan Asia Pasifik, khususnya Cina, juga tidak membantu. Crude throughput mereka anjlok 0,9 persen pada November 2025, mencapai level terendah dalam enam bulan terakhir. Ini tentu saja menambah tekanan pada harga di kawasan yang menjadi pasar raksasa tersebut.

Secara keseluruhan, penurunan ini terlihat jelas pada pergerakan harga minyak mentah utama dunia di bulan Desember. Semua bergerak turun.

  • Dated Brent merosot dari USD 63,65 menjadi USD 62,70 per barel.
  • WTI (Nymex) juga melemah, dari USD 59,48 ke USD 57,87.
  • Brent (ICE) turun cukup signifikan, dari USD 63,66 menjadi USD 61,64.
  • Basket OPEC ikut terimbas, dari USD 64,46 ke USD 61,85.
  • Dan ICP Indonesia, seperti sudah disebutkan, mengikuti tren global ini.

Jadi, penurunan harga Desember itu bukanlah hal yang terjadi secara terisolasi. Ia adalah hasil dari campuran aduk kekhawatiran pasar, lonjakan produksi, dan revisi proyeksi permintaan yang kurang menggembirakan. Sebuah kombinasi yang sulit ditolak.


Halaman:

Komentar