IHSG masih punya angin untuk melanjutkan penguatan hari ini, Kamis. Proyeksi para analis, indeks bakal bergerak di kisaran 9.077 sampai 9.100. Ini melanjutkan tren positif dari perdagangan kemarin, di mana IHSG ditutup menguat hampir satu persen ke level 9.032. Yang menarik, kenaikan itu masih dibarengi volume beli yang lumayan. Artinya, minat investor terlihat solid, tidak cuma sekadar sentimen sesaat.
Menurut riset harian MNC Sekuritas, MNCS Daily Scope Wave, peluang untuk uji resistance berikutnya masih terbuka lebar.
"IHSG masih berpeluang untuk melanjutkan kenaikan dan menguji area resistance berikutnya,"
Begitu bunyi laporan mereka yang dirilis Rabu lalu. Secara teknikal, posisi indeks saat ini disebutkan berada di fase awal gelombang ketiga dari pola yang lebih besar. Istilahnya mungkin terdengar rumit, tapi intinya sinyalnya masih mengarah pada penguatan untuk jangka pendek.
Namun begitu, bukan berarti jalan ke atas akan mulus. MNC Sekuritas juga mengingatkan soal kewaspadaan. Mereka menyarankan para pelaku pasar untuk mencermati level support, sebagai area berjaga-jaga jika terjadi koreksi wajar. Support kunci ada di 8.908 dan 8.852. Sementara itu, resistance terdekat yang perlu ditembus ada di 9.077 dan 9.012.
Nah, selain proyeksi indeks, MNC Sekuritas juga merilis sejumlah saham pilihan untuk diperhatikan hari ini. Rekomendasinya kebanyakan bertema "Buy on Weakness", alias beli saat ada pelemahan harga.
Pertama, ada BREN. Saham ini kemarin naik 4,89% ke 9.650. Meski ada tekanan jual, pergerakannya masih bertahan di atas MA20. Analis melihat BREN sedang berada dalam bagian dari gelombang korektif. Rekomendasi beli di rentang 9.250-9.550, dengan target 9.900 dan 10.050. Stoploss-nya di bawah 9.175.
Kedua, BRIS. Kinerjanya cukup perkasa dengan kenaikan 6,64% ke level 2.250. Penguatan ini didukung volume beli yang baik dan berhasil menembus MA20. Posisinya diduga sedang di awal gelombang impulsif baru. Beli di area 2.190-2.230, target 2.330 dan 2.390. Batas stoploss di bawah 2.160.
Ketiga, PGEO. Berbeda dengan dua saham sebelumnya, PGEO justru terkoreksi 0,79% ke 1.260. Tekanan jual muncul dan harganya kembali di bawah MA200. Tapi, analis melihat ini sebagai bagian dari pembentukan gelombang kedua sebelum kemungkinan lanjutan naik. Rekomendasi beli di 1.160-1.240, target 1.325 dan 1.375. Stoploss ketat di bawah 1.145.
Terakhir, WIIM. Saham ini menguat 3,96% ke 1.705, didorong volume beli dan bertahan di atas MA20. Pola gelombangnya menunjukkan potensi berada di awal fase penguatan yang lebih kuat. Beli di kisaran 1.670-1.725. Target harga cukup optimis di 1.840 dan 1.905, dengan stoploss di bawah 1.660.
Semua rekomendasi itu tentu perlu disikapi dengan bijak. Analisis teknikal memberikan peta, tapi pasar selalu punya caranya sendiri untuk bergerak.
Artikel Terkait
PT Brigit Biofarmaka Gelar RUPST 2026 di Solo, Bahas Laporan Keuangan dan Penggunaan Laba
Dominasi Saham Unggulan Warnai Peta Pasar Modal Indonesia pada Maret 2026
Dharma Polimetal Bagikan Dividen Rp326,3 Miliar, Naik 62,8% dari Tahun Lalu
IHSG Naik Tipis, Saham NIRO dan DEFI Melonjak di Atas 34%