Pasar saham AS menutup perdagangan Rabu (14/1) dengan catatan merah. Tekanan jual yang cukup kuat terutama menghantam dua sektor andalan: teknologi dan perbankan. Rupanya, para investor mulai merasa was-was. Mereka pelan-pelan meninggalkan saham-saham berisiko tinggi dan mulai mencari perlindungan di sektor yang lebih defensif, di tengah kabut ketidakpastian kebijakan dan laporan kinerja perusahaan yang tak semuanya menggembirakan.
Indeks Nasdaq Composite (.IXIC) jadi yang terpuruk paling dalam, terjun bebas 228,69 poin atau hampir 1 persen ke level 23.481,19. Sementara itu, S&P 500 (.SPX) tak kalah tertekan, turun 0,53 persen ke 6.927,03. Dow Jones (.DJI) relatif lebih tahan, hanya melemah tipis 33 poin ke 49.158,62.
Lalu, apa pemicunya? Di sektor perbankan, sentimen negatif datang dari Wells Fargo. Sahamnya anjlok setelah laba kuartal keempatnya gagal memenuhi harapan pasar. Padahal, Citigroup dan Bank of America sebenarnya membukukan laba di atas perkiraan analis. Tapi, itu tak cukup. Keduanya tetap melemah, menunjukkan betapa khawatirnya investor melihat prospek sektor keuangan ke depan.
Michael O’Rourke, seorang chief market strategist di JonesTrading, Connecticut, punya penjelasan sederhana.
"Setelah kenaikan yang bagus, dan pendapatan yang biasa-biasa saja atau medioker, Anda akan melihat aksi ambil untung dan konsolidasi," ujarnya.
Artikel Terkait
GTSI Ekspansi Armada Tangkap Peluang Kenaikan Tarif LNG Imbas Konflik Iran
IHSG Anjlok 2,65% Imbas Ketegangan Iran-Israel, Sektor Energi Melonjak
PJHB Ganti Galangan Kapal Ketiga, Beralih ke TSU karena Harga Lebih Kompetitif
Sido Muncul Catat Laba Bersih Rp1,23 Triliun di 2025 Didorong Ekspor yang Melonjak 31%