Rabu siang (14/1) lalu, suasana di kantor Kemenkeu, Jakarta Pusat, cukup ramai. Menteri Agama Nasaruddin Umar terlihat menyambangi ruang kerjanya Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. Pertemuan itu sendiri berlangsung cukup singkat, sekitar satu jam, mulai pukul setengah satu siang.
Lalu, apa yang dibahas? Intinya, mereka serius ingin menggarap ekonomi syariah. Khususnya, soal dana umat yang selama ini dianggap belum optimal pemanfaatannya. Menurut Nasaruddin, potensinya luar biasa besar, tapi masih seperti harta karun yang tertimbun.
“Kami akan menggali harta karun yang dahsyat di Indonesia ini. Apa itu? Yaitu pundi-pundi keagamaan,” ujarnya dengan semangat.
Ia mengakui, pengelolaan kita masih ketinggalan. Lihat saja negara-negara seperti Yordania, Kuwait, atau Qatar. Mereka jauh lebih maju dalam mengelola dana keumatan secara sistematis.
“Yordania, Kuwait, Mesir, kemudian Dubai, Qatar, Oman. Yang bikin hebat itu adalah pundi-pundi umat itu,” tambahnya.
Artikel Terkait
Gila! Saham Komoditas Melonjak Gila-gilaan, Ada yang Tembus 69% dalam Sebulan
Kisah Toko Kopi Bis Kota: Bertahan Sejak 1943 di Tengah Gempuran Zaman
KKP Siapkan Bantuan Kapal dan Perbaikan Tambak untuk Nelayan Sumatera yang Terdampak Bencana
Ribuan Taruna KKP Diterjunkan ke Sumatera untuk Percepat Pemulihan Bencana