Di tengah ramainya pembicaraan soal rupiah yang melemah ke level Rp17.000-an, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa justru menyuguhkan pandangan yang berbeda. Ia terlihat optimis. Bahkan, dengan nada percaya diri, ia memproyeksikan mata uang nasional akan berbalik menguat dalam waktu dekat.
"Dua minggu ini (rupiah bakal menguat)," ujarnya singkat, Rabu lalu di Jakarta Selatan.
Purbaya punya alasan untuk keyakinannya itu. Menurut dia, fundamental ekonomi kita sebenarnya kuat-kuat saja. Daya tarik investasi Indonesia tetap tinggi, dan itu yang akan jadi penarik modal asing kembali masuk. Proyeksi pertumbuhan ekonomi yang melonjak ke arah 6 persen tahun ini disebutnya sebagai magnet utama.
“Jadi Anda nggak usah takut, fondasi kita kuat. Rupiah akan (menguat) karena modal akan masuk ke sini,” tegas Purbaya.
Ia juga menyoroti potensi dana dari dalam negeri sendiri. “Orang Indonesia yang menaruh uangnya di luar negeri juga akan balik. Dia akan berbisnis di sini, karena orang Indonesia tidak bisa berbisnis di luar negeri, mereka tidak biasa bersaing sehat di sana," tambahnya. Logikanya sederhana: ketika ekonomi membaik, rupiah hampir otomatis ikut menguat karena diikuti derasnya arus modal asing yang mencari tempat yang menjanjikan.
Narasi optimisme ini, meski terdengar sangat positif, bukan tanpa dasar. Performa ekonomi kuartal keempat tahun lalu yang tumbuh 5,45 persen menjadi pijakan. Pemerintah sendiri berkomitmen mendorong akselerasi lebih tinggi lagi.
Artikel Terkait
Kisah Toko Kopi Bis Kota: Bertahan Sejak 1943 di Tengah Gempuran Zaman
Menteri Agama dan Menkeu Gali Harta Karun Dana Umat Rp 1.200 Triliun
KKP Siapkan Bantuan Kapal dan Perbaikan Tambak untuk Nelayan Sumatera yang Terdampak Bencana
Ribuan Taruna KKP Diterjunkan ke Sumatera untuk Percepat Pemulihan Bencana