Pasar saham kita kemarin ditutup dengan senyuman tipis. IHSG naik 0,72 persen ke posisi 8.948,30. Tapi, jangan terlalu girang dulu. Menurut analis WH Project, penguatan kemarin justru diwarnai aksi ambil untung alias profit taking. Indeks sempat mencoba mendobrak, tapi mentok juga di level 8.970.
Nah, di sisi lain, tren turun yang dalam juga belum terlihat. Tekanan jual yang cukup signifikan ternyata banyak berasal dari kawanan saham new blue chips. Ini yang bikin situasinya jadi agak rumit.
Jadi gimana prospek hari ini? Analis yang sama memproyeksikan IHSG berpotensi bergerak mixed, atau bervariasi, dalam kisaran 8.900 sampai 9.000. Mereka bilang, potensi rebound memang ada, tapi dua hal besar akan menghadang: resistance di 8.970 dan level psikologis 9.000. Belum lagi tekanan jual dari saham-saham baru unggulan tadi.
"Memperhatikan faktor-faktor di atas, kami memproyeksikan hari ini IHSG berpotensi bergerak mixed dalam range 8.900–9.000," tulis tim analis WH Project dalam risetnya, Rabu (14/1/2026).
Dengan kondisi seperti ini, saran untuk investor dan pelaku pasar jelas: ekstra hati-hati. Strategi yang lebih aman adalah buy on weakness, alias beli saat harga melemah, ketimbang mengejar kenaikan. Lalu, saham apa yang secara teknikal patut diawasi? Beberapa nama ini masuk dalam radar:
Artikel Terkait
Pemerintah Kaji Ulang Nasib Paket Ekonomi dan Program Penyerapan Tenaga Kerja
Emas Cetak Rekor, Saham Tambang Melonjak di Tengah Sentimen The Fed
Gejolak Timur Tengah dan Serbuan Dana China Picu Rekor Baru Minyak, Timah, hingga Emas
Dolar AS Menggila di Asia, The Fed Siap Diam Meski Ditekan Trump