PT Pancaran Samudera Transport Tbk (PSAT) sudah tak punya sisa. Dana hasil IPO mereka yang mencapai Rp193,3 miliar, habis seluruhnya. Dan seperti yang sudah direncanakan, sebagian besar uang segar itu memang dialirkan untuk menambah aset perusahaan: kapal.
Direktur Keuangan PSAT, Wendi Arifin, mengonfirmasi hal ini lewat keterbukaan informasi di pasar modal, Selasa lalu.
"Pembelian kapal Rp175 miliar dan pembelian bahan bakar Rp18,28 miliar," ujarnya.
Perlu diingat, PSAT baru saja melantai di bursa pada 8 Juli 2025. Saat itu, mereka menjual saham dengan harga Rp900 per lembar dan berhasil mengumpulkan dana segar sekitar Rp200,12 miliar. Setelah dipotong berbagai biaya penawaran, angka bersih yang masuk ke kas perusahaan adalah Rp193,3 miliar. Nah, dana inilah yang kini sudah habis digunakan.
Rinciannya begini. Untuk belanja kapal, PSAT menggelontorkan Rp175 miliar. Dana itu dipakai membeli dua unit kapal jenis bulk carrier, masing-masing berkapasitas 50 ribu DWT. Nama kedua kapal baru itu adalah Pancaran Glory, yang dibeli dengan harga Rp88,5 miliar, dan Pancaran Victory seharga Rp86,5 miliar.
Kehadiran dua kapal baru ini tentu memperkuat posisi armada mereka. Sebelum IPO, PSAT hanya mengoperasikan dua kapal sejenis, yaitu Pancaran I5505 dan Pancaran Liberty. Jadi, dengan tambahan ini, kekuatan armada mereka praktis bertambah dua kali lipat.
Dengan demikian, penggunaan dana IPO itu sudah sesuai dengan rencana awal yang tercantum dalam prospektus. Tak ada yang mengendap atau dialihkan untuk keperluan lain. Semua berjalan sesuai peta yang sudah digariskan dari awal.
Artikel Terkait
BFIN Alokasikan Seluruh Saham Treasuri untuk Program MESOP Karyawan
CIMB Niaga Bagikan Dividen Tunai Rp4,07 Triliun pada Mei 2026
Pemegang Saham Setujui Stock Split 1:2 Saham ITSEC Asia
ITSEC Asia Dapat Restu Pemegang Saham untuk Stock Split 1:2