“Kami sedang dalam proses pengajuan RKAB di Kementerian ESDM. Sehingga angka ini masih sangat tentatif atau subject to dari persetujuan dari Menteri ESDM itu sendiri,” kata dia.
Kalau dilihat dari draft yang diajukan, target produksi untuk 2026 cukup ambisius. PT Arthaco Prima Energy (APE) diusulkan memproduksi sekitar 3 juta MT. Sementara PT Indonesia Batu Prima Energi (IBPE) menargetkan 1,10 juta MT, dan PT Putra Muba Coal (PMC) mengajukan angka 3,7 juta MT.
Jika dijumlah, total produksi yang diajukan perusahaan untuk tahun depan mencapai 7,85 juta MT. Sebuah lompatan yang signifikan dibanding realisasi tahun ini.
Namun begitu, Suryo kembali mengingatkan. Semua masih bisa berubah. “Sekali lagi, bahwa ini masih bersifat tentatif, masih indikatif. Karena kami juga masih menunggu dari Kementerian ESDM nanti persetujuannya seperti apa,” tutupnya.
Artikel Terkait
Harga CPO Anjlok 6% dalam Seminggu, Pasar Khawatir Produksi Musiman Kalahkan Permintaan
Zyrex Dapat Kredit Rp178,8 Miliar dari Bank Permata untuk Ekspansi
Harga Emas Antam Naik Tipis, Buyback Melonjak Lebih Signifikan
IHSG Melonjak 6%, Namun 10 Saham Ini Anjlok Lebih dari 10%