“Kami sedang dalam proses pengajuan RKAB di Kementerian ESDM. Sehingga angka ini masih sangat tentatif atau subject to dari persetujuan dari Menteri ESDM itu sendiri,” kata dia.
Kalau dilihat dari draft yang diajukan, target produksi untuk 2026 cukup ambisius. PT Arthaco Prima Energy (APE) diusulkan memproduksi sekitar 3 juta MT. Sementara PT Indonesia Batu Prima Energi (IBPE) menargetkan 1,10 juta MT, dan PT Putra Muba Coal (PMC) mengajukan angka 3,7 juta MT.
Jika dijumlah, total produksi yang diajukan perusahaan untuk tahun depan mencapai 7,85 juta MT. Sebuah lompatan yang signifikan dibanding realisasi tahun ini.
Namun begitu, Suryo kembali mengingatkan. Semua masih bisa berubah. “Sekali lagi, bahwa ini masih bersifat tentatif, masih indikatif. Karena kami juga masih menunggu dari Kementerian ESDM nanti persetujuannya seperti apa,” tutupnya.
Artikel Terkait
Analis: IHSG Berpeluang Lanjutkan Penguatan Jika Bertahan di Atas 8.170
Pizza Hut Indonesia Dirikan Anak Usaha Baru untuk Bisnis Roti dan Akomodasi
Menhub Prediksi Puncak Mudik Lebaran 2026 pada 18 Maret
Saham PP Properti Melonjak 10% Usai BEI Cabut Suspensi