“Kami sedang dalam proses pengajuan RKAB di Kementerian ESDM. Sehingga angka ini masih sangat tentatif atau subject to dari persetujuan dari Menteri ESDM itu sendiri,” kata dia.
Kalau dilihat dari draft yang diajukan, target produksi untuk 2026 cukup ambisius. PT Arthaco Prima Energy (APE) diusulkan memproduksi sekitar 3 juta MT. Sementara PT Indonesia Batu Prima Energi (IBPE) menargetkan 1,10 juta MT, dan PT Putra Muba Coal (PMC) mengajukan angka 3,7 juta MT.
Jika dijumlah, total produksi yang diajukan perusahaan untuk tahun depan mencapai 7,85 juta MT. Sebuah lompatan yang signifikan dibanding realisasi tahun ini.
Namun begitu, Suryo kembali mengingatkan. Semua masih bisa berubah. “Sekali lagi, bahwa ini masih bersifat tentatif, masih indikatif. Karena kami juga masih menunggu dari Kementerian ESDM nanti persetujuannya seperti apa,” tutupnya.
Artikel Terkait
Ramadan 2026 Diprediksi Picu Gelombang Pinjol, OJK Waspadai Dominasi Kredit Konsumtif
Pemulihan SPBU Aceh Tembus 97 Persen Pascabencana
Di Balik Kenaikan IHSG, Sepuluh Saham Ini Justru Terjun Bebas
BEI Dibanjiri Emisi Baru, IHSG Nyaris Sentuh 9.000 di Awal 2026