Berbeda lagi dengan MINA yang melesat cukup tinggi. Sahamnya naik 8,79 persen ke level Rp520, juga didukung volume beli. Selama harga bisa bertahan di atas Rp444, posisinya diyakini sedang di awal wave [v] dari wave 5.
Rekomendasi untuk MINA adalah Buy on Weakness di area Rp474-Rp505. Targetnya di Rp560 dan Rp605, dengan batas stoploss di bawah Rp444.
ULTJ mencatat kenaikan 1,39 persen ke Rp1.460. Volume pembelian memang ada, tapi pergerakannya masih terhalang oleh MA20. Posisinya diperkirakan sedang di awal wave [c] dari wave B.
Buy on Weakness untuk ULTJ di rentang Rp1.425-Rp1.455. Target price-nya Rp1.495 dan Rp1.520. Stoploss: di bawah Rp1.415.
Di antara yang lain, TLKM justru dapat rekomendasi Sell on Strength. Saham ini kemarin turun 0,28 persen ke Rp3.530 dengan tekanan jual yang terlihat. Posisinya diduga di awal wave [v] dari wave A dari wave (2), sehingga berpotensi melanjutkan koreksi ke rentang Rp3.340-Rp3.400.
Rekomendasi jual pada penguatan diberikan di level Rp3.550-Rp3.570.
Artikel Terkait
Cadangan LPG Nasional Kembali Normal Setelah Sempat Kritis
ARNA Bagikan Dividen Rp330 Miliar, Yield Capai 8,4%
Cimory Bagikan Dividen Rp1,59 Triliun dari Laba Bersih Rp2,03 Triliun
IHSG Melonjak 2,07%, Sentimen Beli Dominasi Pasar Saham