Bakrie dan Barito Bersiap, Dua Emiten Ini Paling Berpeluang Masuk MSCI 2026

- Kamis, 08 Januari 2026 | 07:35 WIB
Bakrie dan Barito Bersiap, Dua Emiten Ini Paling Berpeluang Masuk MSCI 2026

Peta kandidat untuk MSCI Standard Cap Index pada Februari 2026 mulai jelas. Kali ini, sorotan utama tertuju pada emiten-emiten besar, terutama yang berada di bawah naungan konglomerat seperti Bakrie dan Barito milik Prajogo Pangestu.

Menurut riset Indo Premier Sekuritas per 10 Desember 2025, kecil kemungkinan ada saham Indonesia yang dihapus dari indeks itu nanti. Justru, peluang masuk lebih terbuka. Dan di antara semua nama, PT Bumi Resources Tbk (BUMI) disebut punya probabilitas tertinggi.

Alasannya cukup kuat. Kapitalisasi pasar BUMI sudah jauh melampaui batas minimum. Estimasi harga minimalnya sekitar Rp315 per saham, sementara pada 7 Januari 2026 harganya sudah melesat ke level Rp452. Saham ini juga bukan pendatang baru di ekosistem MSCI, karena sudah tercatat di indeks IMI dan Small Cap.

Meski harganya melonjak lebih dari 100% secara bulanan, Indo Premier menilai kenaikan itu masih masuk dalam aturan extreme price increase MSCI. Namun begitu, ada risiko jika harga nekat menembus Rp700 per unit mendekati akhir Januari periode krusial peninjauan indeks.

Di sisi lain, PT Petrosea Tbk (PTRO) juga mencuat sebagai kandidat kuat. Peluangnya bahkan makin terbuka setelah MSCI merevisi porsi free float-nya jadi 30%, dari sebelumnya 25%. Perubahan ini menurunkan batas harga minimum yang dibutuhkan.

"Yang masuk kali ini adalah BUMI dan PTRO," kata pengamat pasar modal Michael Yeoh, Rabu (7/1/2026).

Tapi dari kacamata teknikal, Michael melihat peluang keduanya tak seimbang. "Secara teknikal sendiri PTRO sudah tidak bisa dijustifikasi," tuturnya.


Halaman:

Komentar