Perusahaan ritel Mr. DIY, PT Daya Intiguna Yasa Tbk (MDIY), baru saja mengumumkan laporan keuangan yang cukup menarik. Mereka menyatakan dana hasil IPO senilai Rp415,64 miliar telah habis digunakan seluruhnya per akhir tahun lalu, tepatnya 31 Desember 2025.
Pengumuman ini bukan tanpa alasan. Ini dilakukan untuk mematuhi aturan OJK dan Bursa Efek Indonesia soal kewajiban pelaporan realisasi dana IPO. Intinya, mereka sedang memenuhi kewajiban transparansi kepada publik dan investor.
"Sesuai regulasi, Perseroan juga akan menyampaikan hal ini pada Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan Tahun Buku 2025 yang selambat-lambatnya akan diselenggarakan pada 30 Juni 2026," tambah Janina.
Lalu, kemana saja uang ratusan miliar itu dialirkan? Sebagian besar, yakni Rp246,12 miliar, dipakai untuk melunasi sebagian utang ke PT Bank CIMB Niaga Tbk. Sisanya didistribusikan dalam bentuk pinjaman ke sejumlah perusahaan dalam grup yang sama. Penerimanya antara lain PT Daya Indah Sejahtera (Rp86,14 miliar), PT Duta Sentosa Yasa (Rp41,02 miliar), dan tiga perusahaan lain dengan total sekitar Rp36,9 miliar.
"Perseroan telah menggunakan seluruh dana hasil dari penawaran umum pada tanggal 31 Desember 2025," kata Sekretaris Perusahaan MDIY, Janina Maia, lewat siaran resmi ke BEI, Selasa lalu.
MDIY sendiri baru saja melantai di papan utama BEI pada Desember 2024. Saat IPO, mereka melepas 10% saham, dengan rincian 9% berasal dari saham lama milik Azara Alpina Sdn Bhd dan 1% saham baru.
Menariknya, harga saham mereka saat penawaran perdana dipatok di batas bawah, yaitu Rp1.650 per lembar. Dari harga itu, perusahaan berhasil mengumpulkan dana segar sekitar Rp4,15 triliun. Namun, yang benar-benar masuk ke kas perusahaan setelah dikurangi berbagai biaya penawaran adalah Rp410,20 miliar. Dan dana inilah yang kini telah habis digunakan sesuai laporan.
Dengan laporan ini, perjalanan dana IPO MDIY sudah mencapai satu tahap penting. Tinggal menunggu konfirmasi lebih lanjut dalam RUPS mendatang.
Artikel Terkait
Analis Proyeksi Harga Emas Capai USD 6.000 per Ons pada Akhir 2026
IHSG Diproyeksi Fluktuatif, Fokus Investor ke Finalisasi Reformasi Integritas Pasar
Analis Proyeksikan IHSG Fluktuatif, Fokus pada Finalisasi Reformasi Integritas Pasar
Harga Minyak Dunia Menguat Didorong Ketegangan AS-Iran dan Aksi Short-Covering