Tak cuma mengelola BRILink, Tashadi juga seorang petani. Dia berjualan LPG 3 kilogram dan produk herbal untuk kebutuhan rumah tangga. Pendapatan dari berbagai usahanya itu cukup untuk menopang keluarga. “Saya juga aktif di paguyuban BRILink Agen. Itu jadi wadah berbagi pengalaman dengan agen lain,” tambahnya.
Menurut Corporate Secretary BRI, Dhanny, ekspansi BRILink Agen ini adalah wujud nyata sharing economy di sektor keuangan. Masyarakat dilibatkan sebagai mitra untuk membuka akses.
“Agen tak sekadar memperluas jangkauan, tapi juga memperkuat konektivitas ekonomi di tingkat lokal,” jelas Dhanny. “Ke depan, peran mereka akan terus kami kuatkan sebagai simpul layanan finansial berbasis komunitas, yang bisa mempercepat perputaran ekonomi rakyat.”
Angkanya pun cukup mencengangkan. Hingga November 2025, BRI sudah memiliki sekitar 1,2 juta BRILink Agen yang tersebar di seluruh Indonesia. Jangkauannya meliputi lebih dari 66 ribu desa atau lebih dari 80% total desa di Tanah Air. Melalui kemitraan ini, mereka telah memfasilitasi 1 miliar transaksi dengan volume mencapai Rp 1.592 triliun. Perannya jelas semakin vital: membawa layanan keuangan formal ke mana-mana, sampai ke sudut-sudut terpencil sekalipun.
Artikel Terkait
Singtel Tunjuk Lionel Chng Gantikan Derrick Heng di Posisi Direktur Marketing Telkomsel
Purbaya Beri Mandat Baru, LPEI Dituntut Jadi Katalis Ekspor Nasional
Danantara Pacu Kompleks Haji di Makkah, Thakher Jadi Fondasi Awal
Menteri Amran Bongkar Aksi Bandel Pupuk hingga Minyak Goreng: 2.300 Izin Dicabut