Realitas investasi di kawasan industri Indonesia pada 2025 ternyata cukup menggembirakan. Menurut catatan Kementerian Perindustrian, angka realisasinya mencapai Rp 6.744,58 triliun. Kalau dibandingin sama tahun sebelumnya, ada kenaikan sekitar 9,26 persen dari yang sebelumnya Rp 6.173 triliun.
Data itu diungkap dalam materi kinerja industri manufaktur yang dirilis awal Januari lalu. Tak cuma nilai investasi yang naik, jumlah kawasan industrinya sendiri bertambah jadi 175 buah. Itu artinya naik 5,24 persen. Yang lebih menarik lagi, lapangan kerja di sektor ini ikut terdongkrak. Ada sekitar 2,35 juta orang yang bekerja di kawasan industri, meningkat 15 persen dari akhir 2024.
Perusahaan yang beroperasi di dalamnya juga bertambah, walau tipis, sekitar 1,12 persen menjadi hampir 12 ribu perusahaan. Sementara luas lahannya meluas hingga 89.235 hektare.
Namun begitu, persebarannya masih belum merata.
"Mayoritas kawasan industri masih terkonsentrasi di Pulau Jawa, yaitu 59,4 persen atau 104 kawasan. Di luar Jawa baru 40,6 persen, setara dengan 71 kawasan," jelas Tri Supondy, Dirjen Ketahanan, Perwilayahan, dan Akses Industri Internasional Kemenperin.
Merespon hal itu, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyebut sedang ada upaya untuk mendorong pembentukan kawasan industri baru yang nantinya bisa diarahkan menjadi Proyek Strategis Nasional atau Kawasan Ekonomi Khusus. Tentu saja, arahnya harus selaras dengan fokus pemerintah seperti ketahanan pangan, energi, dan kesehatan.
"Kita akan mengupayakan pembentukan kawasan industri yang syukur-syukur bisa kita arahkan jadi PSN atau KEK, tergantung dari tematik kawasan tersebut. Agar bisa jadi PSN atau KEK, tapi memang harus jadi in-line kebijakan kita, misalnya kebijakan ketahanan energi, pangan, kesehatan," tambahnya.
Kontribusinya terhadap perekonomian nasional pun tak main-main. Hingga kuartal ketiga 2025, kawasan industri dan perusahaannya menyumbang 9,44 persen terhadap PDB.
Artikel Terkait
Ketegangan Venezuela Picu Pelarian ke Emas dan Perak, Harga Melonjak Tajam
IHSG Pacu Rekor, Tapi Waspada Awan Gelap Geopolitik
BEI Hentikan Perdagangan Lima Saham dan Satu Waran Usai Kenaikan Tak Wajar
Harga Emas Antam Melonjak Rp 27 Ribu per Gram di Awal Pekan