MURIANETWORK.COM - Sejumlah berita humaniora pada Jumat (20/2) menyoroti berbagai isu strategis, mulai dari kolaborasi media untuk Piala Dunia 2026, penanganan pascabencana di Aceh dan Sumatera, hingga pelantikan pimpinan BPJS. Berita-berita ini memberikan gambaran tentang dinamika pembangunan dan kebijakan sosial di tanah air.
Kolaborasi Media untuk Warisan Piala Dunia 2026
Komisi VII DPR RI mendorong sinergi strategis antara TVRI, RRI, dan Kantor Berita ANTARA dalam menyukseskan Piala Dunia 2026. Kolaborasi ini diharapkan tidak hanya untuk peliputan, tetapi juga untuk menciptakan sebuah warisan berharga yang akan ditinggalkan oleh ketiga lembaga penyiaran dan pemberitaan tersebut kepada bangsa.
Mendagri Tinjau Langsung Rekonstruksi di Aceh Timur
Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian, yang juga menjabat sebagai Ketua Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera, melakukan inspeksi langsung ke Kabupaten Aceh Timur. Kunjungan lapangan ini bertujuan untuk memastikan dan mengevaluasi perkembangan pekerjaan rekonstruksi di wilayah yang terdampak bencana.
Desakan Percepatan Anggaran Pemulihan Fasilitas Kesehatan
Di tengah upaya pemulihan pascabencana, anggota Komisi IX DPR RI Netty Prasetiyani menyuarakan pentingnya kecepatan eksekusi anggaran. Ia mendesak pemerintah untuk segera merealisasikan alokasi dana sebesar Rp529,3 miliar yang telah disiapkan khusus untuk perbaikan dan pemulihan fasilitas kesehatan (faskes) di wilayah Sumatera.
"Anggaran yang signifikan ini harus segera diturunkan ke lapangan agar pelayanan kesehatan bagi masyarakat terdampak dapat segera pulih secara optimal," tegasnya.
Pelantikan Pimpinan Baru BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan
Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Abdul Muhaimin Iskandar, secara resmi melantik jajaran Dewan Pengawas dan Direksi baru untuk BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan. Pelantikan ini menandai dimulainya periode kepemimpinan baru untuk masa jabatan 2026–2031, sebuah periode krusial dalam pengelolaan sistem jaminan sosial nasional.
Riset UI Konfirmasi Dampak Positif Program Makan Bergizi Gratis
Sebuah riset kolaboratif antara Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) dan Laboratorium Sosiologi Universitas Indonesia (Labsosio UI) memberikan temuan yang menggembirakan. Studi yang dilakukan sepanjang tahun 2025 tersebut menunjukkan bahwa Program Makan Bergizi Gratis (MBG) memberikan dampak positif yang nyata, khususnya bagi kelompok masyarakat dengan latar belakang sosial ekonomi rendah.
"Temuan ini mengonfirmasi bahwa intervensi berbasis gizi yang tepat sasaran dapat menjadi penopang penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia dari kelompok rentan," ungkap laporan riset tersebut.
Artikel Terkait
Terdakwa Kasus Penghasutan Ungkap Kekerasan dan Prosedur Tak Jelas Saat Penangkapan
Ahli Gizi Rekomendasikan Jus Delima dan Teh Hijau untuk Turunkan Kolesterol Jahat
CFD Jakarta Tetap Digelar Selama Ramadan 2026 dengan Aturan Khusus
DPR Perjuangkan Guru Madrasah Swasta Jadi PPPK pada 2026