Nah, berdasarkan laporan bulanan pemegang efek per 30 November 2025, pengendali saham ARKO adalah PT Arkora Bakti Indonesia. Entitas ini memegang saham cukup dominan: 1,39 miliar lembar atau setara 47,52% dari total saham beredar.
Berikut rincian kepemilikannya:
PT Arkora Bakti Indonesia: 1,39 miliar saham (47,52%) – pengendali
PT Energia Prima Nusantara: 777 juta saham (26,55%)
ACEI Singapore Holdings: 295 juta saham (10,07%)
Masyarakat: 457 juta saham (15,64%)
Di pasar, kinerja saham ARKO terbilang spektakuler. Pada perdagangan Jumat, 2 Januari 2026, sahamnya ditutup menguat 19,75% ke level Rp7.125 per saham. Yang lebih mencengangkan, sepanjang tahun 2025, harga saham ARKO melonjak luar biasa tepatnya 561,11%. Angka yang sulit diabaikan.
Jadi, itulah profil singkat kepemilikan saham ARKO. Perusahaan yang dibangun dari aliran sungai ini, ternyata juga menciptakan aliran dana yang deras di bursa.
Artikel Terkait
Airlangga Waspadai Dampak Ketegangan AS-Venezuela ke Perekonomian Indonesia
Prabowo Gelar Rapat Dadakan, Menteri Ekonomi Berdatangan ke Istana
ASDP Catat Lonjakan Penumpang dan Kendaraan Selama Libur Nataru
IHSG Melonjak 111 Poin, Sentimen Positif Warnai Perdagangan Saham