Di SMK Negeri 7 Medan yang ramai, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti mengumumkan kabar gembira. Pemerintah sedang menggarap revitalisasi besar-besaran untuk sekolah-sekolah di Sumatera Utara. Angkanya tak main-main: ada 897 unit bangunan sekolah yang diperbaiki, dengan anggaran mencapai Rp 852 miliar.
Menurut Mu'ti, program ini menyentuh semua jenjang pendidikan. "Revitalisasi satuan pendidikan untuk Sumatera Utara terdiri atas 34 untuk PAUD, 400 SD, 240 SMP, 119 SMA, 88 SMK, 11 Sekolah Luar Biasa dan 5 PKBM atau SKB," jelasnya dalam sambutan peresmian, Minggu (4/1).
"Totalnya adalah 897 satuan pendidikan," tegasnya.
Lalu, bagaimana progresnya sekarang? Mu'ti merincikan bahwa dari total tersebut, 349 sekolah sudah rampung seratus persen. Sementara itu, 117 unit lagi berada di ujung tanduk dengan progres antara 95 hingga 99 persen. Namun begitu, masih ada pekerjaan rumah yang cukup besar: sebanyak 431 sekolah lainnya masih dalam tahap pembangunan di bawah 95 persen penyelesaian.
Khusus untuk Kota Medan, ada 48 unit sekolah yang ditargetkan direvitalisasi pada 2025. Separuhnya, tepatnya 24 sekolah, masih di bawah 95 persen pengerjaan. Tiga sekolah lagi nyaris selesai, dan 21 unit sisanya sudah bisa dinyatakan rampung total.
"Dari 48 satuan pendidikan tersebut, yang sudah selesai di bawah 95 persen adalah 24 satuan pendidikan atau 50 persen dari total keseluruhan. Yang progresnya 95 sampai 99 persen ada 3 satuan pendidikan atau 6,3 persen. Dan yang sudah selesai 100 persen ada 21 pendidikan atau 44 persen," imbuh Mu'ti.
Nah, untuk sekolah-sekolah yang masih terbengkelai itu, ada target waktu yang jelas. Mu'ti menyebut, berdasarkan koordinasi dengan jajaran direktorat jenderal, semua pembangunan ditargetkan tuntas seratus persen pada Januari 2026.
"Tadi sempat tanya Dirjen PAUD PDM (Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah), direncanakan semuanya 100 persen pada akhir bulan Januari Tahun 2026," kata Mu'ti.
Harapannya, tak lama setelah target itu. "Sehingga mudah-mudahan pada bulan Februari nanti semua sudah dapat digunakan sepenuhnya untuk pembelajaran yang berkualitas," tutupnya. Ruang kelas yang baru dan layak untuk siswa Sumut, tinggal menunggu waktu.
Artikel Terkait
Persija Jakarta Hadapi PSM Makassar dalam Duel Klasik di JIS
Ahli Waris Protes Status Lahan, Proyek Stadion Sudiang Makassar Terhambat
Menag Bantah Gratifikasi, Klaim Penggunaan Jet Pribadi OSO untuk Acara Keluarga
Kejaksaan Sumsel Tahan Dua Mantan Direktur Keuangan Semen Baturaja Terkait Dugaan Korupsi