Laporan terkini dari PT ASDP Indonesia Ferry menunjukkan peningkatan signifikan selama musim liburan Natal dan Tahun Baru. Secara kumulatif, mereka berhasil melayani 3,4 juta penumpang di 15 lintasan yang dipantau secara nasional. Angka ini naik sekitar 8 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Tak hanya penumpang, pergerakan kendaraan juga ikut merangkak naik.
Total kendaraan yang diseberangkan mencapai 850.426 unit, atau mengalami kenaikan 6,7 persen. Data ini sekaligus mencerminkan tingginya mobilitas masyarakat antarwilayah dan efektivitas pengelolaan operasional.
Direktur Utama ASDP, Heru Widodo, menyebut layanan penyeberangan berjalan aman dan terkendali meski arus mudik cukup padat.
"Kepatuhan pengguna jasa dalam membeli tiket secara daring melalui Ferizy juga berperan penting dalam menjaga keteraturan layanan," ujar Heru.
Pernyataan itu disampaikannya dalam acara Penutupan Posko Angkutan Nataru di Kementerian Perhubungan, Jakarta, Senin (5/1).
Kalau kita lihat lebih detail, kinerja harian pada H 10 (4 Januari 2026) cukup menggembirakan. Ada sekitar 1.000 trip kapal yang beroperasi, dengan realisasi penumpang mencapai 204.069 orang. Jumlah itu melonjak 18,7 persen dibandingkan hari yang sama tahun lalu.
Dari sisi kendaraan, pertumbuhan terbesar justru terjadi pada sepeda motor. Realisasi roda dua mencapai 21.478 unit, melonjak tajam 65,3 persen! Untuk mobil penumpang, angkanya 19.541 unit dengan pertumbuhan 4,9 persen. Sementara bus yang menyeberang tercatat 1.650 unit, naik 5,4 persen.
Namun begitu, ada penurunan di segmen truk. Hanya 9.170 unit truk yang menyeberang, turun 10,7 persen. Penurunan ini sejalan dengan pengaturan distribusi logistik selama Nataru. Secara total, kendaraan yang menyeberang di hari itu ada 51.839 unit, meningkat 19,3 persen.
Corporate Secretary ASDP, Windy Andale, menilai kenaikan ini menunjukkan pengelolaan layanan yang sudah optimal. Ke depan, fokus penguatan akan dilakukan di lintasan-lintasan utama sebagai persiapan menyambut arus mudik Lebaran.
ASDP pun mengimbau masyarakat untuk membeli tiket lebih awal, mengisi data dengan benar, dan datang ke pelabuhan sesuai jadwal yang telah ditetapkan. Komitmen untuk menjaga kelancaran layanan, kata mereka, akan terus dilakukan sepanjang tahun.
Di sisi lain, Kementerian Perhubungan secara resmi telah menutup Posko Angkutan Nataru 2025/2026. Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menilai penyelenggaraan angkutan kali ini berjalan dengan baik dan lancar, tanpa gangguan ekstrem yang berarti.
Ia menekankan, Posko Nataru menjadi bukti sinergi yang kuat antar kementerian, lembaga, pemerintah daerah, BUMN, dan operator transportasi. Kolaborasi ini, menurutnya, akan menjadi referensi berharga dalam mempersiapkan angkutan Lebaran tahun 2026 mendatang.
Artikel Terkait
ShopeePay Luncurkan Kampanye Pasti Gratis, Bebaskan Biaya Admin Transfer dan Tarik Tunai
BPII Kurangi Modal Anak Usaha di Singapura Senilai Rp34,71 Miliar
Argentina Jadi Negara dengan Utang Terbesar ke IMF, Capai Rp680 Triliun
TOTO Bagikan Dividen Final Rp134 Miliar untuk Tahun Buku 2025