Lantas, uang triliunan rupiah itu mau dipakai buat apa? Mayoritasnya, sekitar 86,93% atau setara Rp2,83 triliun, bakal disalurkan ke dua entitas anak perusahaan: APR dan SCR. Tujuannya jelas, untuk membayar pembelian saham di KS dan KKU.
Mekanismenya melalui campuran penyertaan modal dan pinjaman. Sekitar 30% disetor sebagai modal, sedangkan 70%-nya diberikan sebagai pinjaman dari induk ke anak perusahaannya. Proses pelunasannya baru akan dilakukan setelah dana dari rights issue ini cair ke kas PACK.
Menurut sejumlah analis, langkah ini diharapkan bisa menguatkan struktur modal grup sekaligus membereskan kewajiban strategis yang terkait ekspansi usaha mereka.
Sementara itu, sisa dana sekitar 13% kurang lebih Rp424 miliar disiapkan untuk modal kerja perusahaan induk. Biaya operasional holding company akan ditanggung dari sini. Mulai dari gaji manajemen dan karyawan, sewa kantor, beli perlengkapan, sampai bayar jasa profesional macam audit, pajak, dan konsultan.
Jadi, rights issue besar-besaran ini bukan sekadar cari dana segar. Tapi lebih pada upaya restrukturisasi dan penguatan pondasi bisnis grup PACK ke depan. Kita lihat saja nanti respons pasar.
Artikel Terkait
Nikel Melonjak, Tapi Izin Tambang Mandeg: Dilema Industri di Tengah Geliat Harga
SOFA Bentuk Konsorsium Internasional untuk Garap Proyek Waste-to-Energy
Mantan Bos Angkasa Pura II Resmi Pimpin Jasa Raharja
Samsung Kembali! Sambutan Hangat Pelanggan untuk HBM4 Jadi Modal Tempur di Era AI