Namun begitu, tidak semua saham dalam portofolio Pangestu meroket. Ada yang tumbuh moderat, bahkan ada yang minus. PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) misalnya, masih mencatat kenaikan 98,31 persen. Sementara PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) hanya naik tipis 2,37 persen sepanjang tahun.
Perjalanan BREN sendiri sebenarnya berliku. Saham ini sempat tertekan cukup dalam selama empat bulan pertama 2025. Tren turunnya mencapai puncak pada 8 April, dengan penurunan terdalam menyentuh 55 persen.
Dan satu-satunya yang berakhir di zona merah adalah PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA). Saham petrokimia ini justru turun 6,67 persen. Dari harga pembukaan Rp7.500 di awal tahun, posisinya merosot ke Rp7.000 pada penutupan akhir 2025.
Secara ringkas, inilah catatan kinerja saham-saham terkait Prajogo Pangestu sepanjang tahun lalu:
CDIA: 552,34%
PTRO: 298,00%
BRPT: 247,87%
CUAN: 98,31%
BREN: 2,37%
TPIA: -6,67%
Begitulah gambaran pasar selama setahun. Sebuah perjalanan yang naik-turun, dengan satu bintang yang bersinar paling terang.
Artikel Terkait
Operasi Tambang Vale Terhenti, Tunggu Izin ESDM untuk RKAB 2026
BUVA Meledak 2.718%, Saham Happy Hapsoro Borong Panggung Bursa 2025
Menkeu Purbaya Soroti Syarat Khusus untuk Calon Bos BEI Baru
Menteri Keuangan Purbaya Desak BNPB: Dana Rp 1,51 Triliun untuk Sumatera Jangan Sampai Hangus