Bulog Siap Salurkan 720 Ribu Ton Beras Bansos untuk 18 Juta Keluarga pada 2026

- Jumat, 02 Januari 2026 | 11:24 WIB
Bulog Siap Salurkan 720 Ribu Ton Beras Bansos untuk 18 Juta Keluarga pada 2026

Tak ketinggalan, Bulog juga mendapat tugas baru: menyerap 35% dari MinyaKita atau minyak goreng rakyat berdasarkan kewajiban pasar domestik (DMO) nasional.

Kilas Balik Capaian 2025: Rekor Penyerapan Tertinggi

Membahas tahun sebelumnya, kinerja Bulog terbilang moncer. Sepanjang 2025, mereka berhasil menyerap gabah setara beras sebanyak 3,19 juta ton. Angka ini disebut-sebut sebagai yang tertinggi sejak Bulog berdiri pada 1968.

“Total pengadaan setara beras 3.191.969 ini total tertinggi selama berdirinya Bulog,” tutur Ahmad Rizal dengan bangga. Serapan itu berasal dari gabah kering panen (GKP), gabah kering giling (GKG), dan beras.

Untuk komoditas jagung, Bulog mencatat pengadaan 101.968 ton, yang juga dinyatakan sebagai rekor sejarah. Di sisi penyaluran, bansos beras tahun lalu mencapai 707.929 ton untuk periode Juni-Juli dan Oktober-November.

Rizal mengaku sebenarnya ingin menyalurkan lebih. Sayangnya, penugasan dari pemerintah hanya untuk empat bulan itu.

Untuk program SPHP beras, realisasinya 802.939 ton. Ada perubahan skema yang diterapkan. “Sekarang tidak diserahkan langsung ke grosir dari Bulog, tapi langsung ke para pengecer ritel,” jelasnya. Tujuannya jelas: mencegah praktik oplos dan memastikan harga jual sesuai HET Rp 15.700 per kg.

Bulog juga aktif menyalurkan SPHP jagung (51.211 ton) untuk meredam gejolak harga pakan ternak, serta menggelar Gerakan Pangan Murah di lebih dari 4.300 titik. Tak lupa, bantuan bencana sebanyak 14.227 ton didistribusikan ke sejumlah wilayah di Sumatera.

Yang menggembirakan, stok akhir tahun Bulog berada di posisi aman. Hingga akhir 2025, cadangan beras mereka mencapai 3,24 juta ton. “Ini stok tertinggi di awal tahun sepanjang Bulog berdiri,” pungkas Rizal.


Halaman:

Komentar