Perubahan besar sedang terjadi di Suriah. Mulai 1 Januari 2026, negara itu resmi beralih ke mata uang baru. Langkah ini diambil pemerintahan baru sebagai upaya serius untuk mengangkat perekonomian yang sudah lama terpuruk.
Peluncurannya sendiri sudah dilakukan beberapa hari sebelumnya. Presiden Suriah, Ahmed Al Sharaa, secara resmi memperkenalkan uang kertas dan koin baru itu di Damaskus pada 29 Desember 2025, seperti dilaporkan Al Jazeera.
“Peluncuran mata uang baru menandai berakhirnya sebuah fase yang tidak akan disesali siapa pun sekaligus menjadi awal dari tahap baru yang diharapkan oleh rakyat Suriah dan masyarakat di kawasan, di mana mereka kembali merasakan harapan terhadap kondisi Suriah saat ini,” kata Ahmed.
Ada yang menarik dari desain uang kertas terbaru ini: tidak ada lagi gambar tokoh politik. Bagi banyak pengamat, ini adalah simbol yang kuat. Sebuah penegasan bahwa Suriah sedang memutuskan diri dari rezim Bashar Al Assad yang sudah berlalu. Wajar saja, nilai pound Suriah memang sudah hancur sejak konflik berkecamuk tahun 2011.
Namun begitu, pergantian ini tidak dilakukan secara mendadak. Presiden Ahmed menegaskan bahwa proses penukaran akan berjalan bertahap. Tujuannya jelas, untuk mencegah inflasi melonjak tak terkendali.
“Terkait mekanisme penukaran mata uang, negara saat ini sedang menghadapi krisis likuiditas. Karena itu, likuiditas akan disalurkan secara bertahap agar tidak terjadi kelebihan pasokan uang di pasar yang dapat memicu inflasi,” ujarnya.
Artikel Terkait
Menteri Purbaya Akui Coretax Rumit, Tapi Aktivasi Tembus 11 Juta Akun
Harga Tembaga dan Emas Melonjak, Pemerintah Tetapkan Patokan Baru Awal 2026
Danantera Diproyeksikan Jadi Motor Pasar Saham 2026, IHSG Bisa Tembus 9.200
KRL Jabodetabek Angkut 885 Ribu Penumpang di Hari Terakhir Tahun