Hingga jam dua siang ini, Rabu (31/12), layanan KRL Jabodetabek sudah mengantarkan hampir 885 ribu orang. Angka itu datang dari PT Kereta Commuter Indonesia atau yang biasa kita kenal sebagai KAI Commuter.
Kalau kita lihat pergerakannya selama periode Nataru mulai 18 sampai 30 Desember angka penumpangnya ternyata cukup signifikan. Karina Amanda, VP Corporate Secretary KAI Commuter, memaparkan bahwa ada sekitar 12,5 juta pengguna KRL Jabodetabek. Jumlah itu naik sekitar 5% dibanding periode yang sama tahun kemarin.
“Secara total, kami melayani lebih dari 13,2 juta orang di wilayah Jabodetabek,” jelas Karina.
Di sisi lain, layanan Commuter Line lainnya juga mengalami kenaikan. Untuk rute Basoetta, penumpangnya tembus lebih dari 95 ribu atau melonjak 24%. Sementara Commuter Line Merak hampir mencapai 193 ribu penumpang, naik 3% dari periode sebelumnya.
Nah, untuk sore hingga malam ini, diperkirakan bakal ada peningkatan lagi. Penyebabnya jelas: banyak orang yang akan memadati titik-titik perayaan tahun baru di Jakarta. Arus penumpang yang pulang usai acara diperkirakan masih cukup padat.
Karina merinci beberapa titik keramaian hingga siang tadi.
“Di Stasiun Tanah Abang hingga siang ini tercatat sebanyak 25.976 pengguna yang turun di stasiun ini, sedangkan di Stasiun Sudirman sebanyak 22.868 orang. Sementara itu di Stasiun Jakarta Kota sebanyak 14.339 dan Stasiun Juanda sebanyak 13.846 orang,” katanya melalui keterangan resmi.
Menyikapi hal itu, KAI Commuter pun menyiapkan perjalanan tambahan khusus malam tahun baru. Operasi ini untuk mengakomodasi masyarakat yang akan pulang larut malam, bahkan hingga dini hari.
Namun begitu, pihaknya juga mengimbau keras soal keamanan. Semua penumpang diharapkan mematuhi aturan dan arahan petugas, baik di stasiun maupun di dalam kereta.
“Pengguna dilarang membawa petasan, kembang api, serta benda mudah terbakar ke dalam area stasiun dan kereta,” tegas Karina.
Jadi, buat yang mau merayakan, hati-hati dan tetap tertib, ya. Selamat tahun baru.
Artikel Terkait
Bukalapak Simpan Rp 4,3 Triliun Dana IPO di Deposito dan Obligasi Negara
Bea Cukai Banten Resmikan NICE PIK 2 Sebagai Tempat Pameran Berikat
DSSA Rencanakan Stock Split 1:25 untuk Turunkan Harga Saham
DSSA Rencanakan Stock Split 1:25 untuk Dongkrak Likuiditas Saham